Pemberi Pinjaman di Modalku Mayoritas Generasi Milenial - Kompas.com

Pemberi Pinjaman di Modalku Mayoritas Generasi Milenial

Kompas.com - 30/05/2018, 12:37 WIB
Ilustrasi rupiahKOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Ilustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Layanan financial technology ( fintech) peer to peer lending Modalku mencatat sebagian besar pemberi pinjaman dalam platform mereka berasal dari kalangan milenial.

Hal itu menunjukkan generasi muda mulai tertarik pada fintech dengan ikut berkontribusi sebagai pemberi pinjaman di Modalku.

"Modalku menunjukkan hampir 70 persen dari pemberi pinjaman yang aktif adalah mereka dari generasi milenial. Hal ini menunjukkan daya tarik fintech bagi generasi muda di mana mereka mencari layanan keuangan yang praktis dan user friendly," kata Digital Marketing Director Modalku Alexander Christian melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Rabu (30/5/2018).

Alexander mengungkapkan, per Mei 2018, ada 50.000 orang yang terdaftar sebagai pemberi pinjaman di platform Modalku. Modalku juga mencatat kontribusi bersih bagi pemberi pinjaman tersebut sudah mencapai lebih dari Rp 50 miliar dengan tingkat default di bawah 1 persen.

Baca juga: Fintech Amartha Bidik Segmen Perempuan karena...

Selain itu, 93 persen dari pemberi pinjaman Modalku disebut telah menerima pengembalian positif atas pendanaan mereka. Menurut Alexander, pihaknya kerap mendorong para pemberi pinjaman membangun portofolio yang terdiversifikasi sehingga risiko bisa lebih terkontrol.

"Pemberi pinjaman bisa memilih pinjaman sesuai toleransi risiko masing-masing, dengan tingkat pengembalian rata-rata 10-14 persen," tutur Alexander.

Berdasarkan data terakhir, Modalku telah menyalurkan lebih dari Rp 1,67 triliun untuk total pendanaan di Indonesia. Dari total pendanaan tersebut, Rp 920 miliar di antaranya telah disalurkan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Dengan mendanai pinjaman untuk UMKM, pemberi pinjaman memiliki alternatif investasi dengan tingkat return yang menarik, lebih tinggi dibandingkan instrumen seperti deposito dan obligasi, sekaligus ikut memberdayakan usaha lokal," ujar Alexander.



Close Ads X