6-12 Juni 2018, Batik Indonesia Unjuk Diri di Markas UNESCO di Paris

Kompas.com - 30/05/2018, 14:41 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com
Batik Indonesia akan mengikuti pameran di Paris, Perancis. Pameran bertajuk "Indonesia Batik for The World" itu akan berlangsung di kantor pusat UNESCO di Paris pada 6-12 Juni 2018.

"Kami berupaya melestarikan batik sebagai warisan bangsa yang telah diakui UNESCO sejak 2 Oktober 2009 sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity," kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, seperti dikutip Antaranews, Rabu (30/5/2018).

Gati berharap, keikutsertaan pelaku IKM batik dalam ajang-ajang pameran internasional semacam itu bisa memperluas pasar ekspor kain wastra Nusantara ke mancanegara, termasuk negara-negara di Eropa.

Baca juga: Batik dengan Pewarna Alami Indonesia Memesona Publik Swedia dan Latvia

Pameran batik di Paris mencakup peragaan busana, pertunjukan seni, serta lokakarya mengenai ragam kain batik dan sejarahnya, proses pembuatan kain batik, dan perkembangan industri batik di Indonesia.

Menurut Gati, pameran diperkirakan dihadiri 5.000 pengunjung dari berbagai negara.

"Jadi, kami akan memperlihatkan kepada dunia kualitas batik kita yang punya daya saing tinggi. Saat ini, Indonesia menjadi market leader yang menguasai pasar batik dunia," kata Gati.

Kementerian Perindustrian menyediakan fasilitas booth untuk IKM batik tulis premium yang sesuai selera pasar Eropa.

Baca juga: Tembus Jepang dan Eropa, Ekspor Batik Lampau 58 Juta Dollar AS

"Kami boyong perajin kain batik yang antara lain berasal dari Semarang, Kudus, Cirebon, dan wilayah Jawa Timur," sebut Gati.

Menurut data Kementerian Perindustrian nilai ekspor batik dan produk batik nasional mencapai 58,46 juta dollar AS pada 2017 dengan pasar utama Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Potensi perdagangan produk pakaian jadi di dunia yang nilainya 442 miliar dollar AS diharapkan juga menjadi peluang besar bagi industri batik dalam negeri untuk meningkatkan pangsa pasar.

Pemerintah mendorong industri batik nasional yang didominasi oleh para pelaku IKM di 101 sentra produksi fokus meningkatkan inovasi, produktivitas, dan daya saing. Sasarannya, produk batik Indonesia dapat menguasai pangsa pasar lebih besar dalam industri pakaian.
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.