Ekspor Pesawat ke Nepal dan Senegal, PT DI Dapat Kucuran Rp 354 Miliar - Kompas.com

Ekspor Pesawat ke Nepal dan Senegal, PT DI Dapat Kucuran Rp 354 Miliar

Kompas.com - 31/05/2018, 14:03 WIB
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan PT Dirgantara Indonesia PT (DI) melakukan penandatangan pembiayaan modal kerja senilai Rp 354 miliar untuk ekspor pesawat, Kamis (31/5/2018).KOMPAS.com/Mutia Fauzia Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan PT Dirgantara Indonesia PT (DI) melakukan penandatangan pembiayaan modal kerja senilai Rp 354 miliar untuk ekspor pesawat, Kamis (31/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank memberikan pembiayaan modal kerja atau pinjaman kepada PT Dirgantara Indonesia ( PT DI) sebesar Rp 354 miliar.

Fasilitas pembiayaan oleh LPEI ini merupakan tahap pertama yang diberikan kepada PT DI untuk program ekspor pesawat di Nepal dan Senegal.

Managing Director LPEI Dwi Wahyudi mengatakan, pemberian fasilitas pendanaan dilakukan dalam rangka penetrasi dan pengembangan ekspor ke negara tujuan ekspor baru.

"Pembiayaan modal kerja senilai Rp 354 miliar ini untuk jangka waktu 12 bulan sejak penandatanganan perjanjian pembiayaan," ujarnya melalui konferensi pers di Gedung BEI, Kamis (31/5/2018).

Baca juga: Kemenhub Minta PT DI Rancang Pesawat Khusus untuk Terbang di Papua

Pekerja mengerjakan badan pesawat CN235-220 pesanan Nepalese Army di hanggar sub assembly CN235 PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/1). Kementerian Perindustrian memproyeksikan realisasi investasi di sektor manufaktur mencapai Rp400 triliun pada 2018. Target tersebut akan disumbang dari realisasi investasi sektor agro, industri kimia, tekstil, industri logam, alat transportasi, dan elektronika. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/kye/18ANTARA/Raisan Al Farisi Pekerja mengerjakan badan pesawat CN235-220 pesanan Nepalese Army di hanggar sub assembly CN235 PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/1). Kementerian Perindustrian memproyeksikan realisasi investasi di sektor manufaktur mencapai Rp400 triliun pada 2018. Target tersebut akan disumbang dari realisasi investasi sektor agro, industri kimia, tekstil, industri logam, alat transportasi, dan elektronika. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/kye/18
Di sisi lain, Direktur Keuangan PT DI Uray Ajhari mengatakan, jenis pesawat udara yang akan diekspor ke kedua negara tersebut adalah CN235. Masing-masing negara saat ini memesan satu pesawat.

"CN235 ini pesawat model lama, tapi di-customize dengan teknologi terakhir, Nepal (saat ini) mengorder 1 pesawat, kalau kita berikan 1 tepat pada waktunya rencananya mereka akan mengorder 1 lagi. Kalau Senegal hari ini sudah yang kedua, sedangkan sekarang dalam proses order lagi sekarang udah masuk 3 berarti," ujar Uray.

Sebagai informasi, ekspor pesawat ke Nepal dilatarbelakangi adanya permintaan dari negara tersebut untuk menyediakan pesawat yang sesaui dengan kondisi geografisnya.

Sementara  Senegal membutuhkan pesawat yang dapat berfungsi sebagai Maritime Patrol Aircraft (MPA) karena kondisi politik kawasan tersebut masih rentan terjadi gesekan pemberontakan.

Adapun pinjaman modal yang diberikan LEPI kepada PT DI didasarkan pada keputusan Menteri Keuangan No.649/KMK.08/2017 untuk menyediakan fasilitas pembiayaan atas program ekspor pesawat terbang.


Close Ads X