S&P Pertahankan "Investment Grade" Indonesia

Kompas.com - 31/05/2018, 21:45 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo selepas jumpa pers di Gedung Thamrin Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (25/5/2018).KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo selepas jumpa pers di Gedung Thamrin Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) mempertahankan rating Indonesia tetap pada level layak investasi ( investment grade) pada Kamis, (31/5/2018).

Dalam keterangan persnya, S&P memberikan peringkat ini karena harga komoditas Indonesia yang dianggap membaik, rasio utang pemerintah terhadap PDB yang dianggap stabil, serta risiko pemburukan pada beban pembiayaan eksternal yang dihadapi Indonesia telah menurun.

Selain itu, perumusan kebijakan Indonesia dianggap telah efektif dalam mendukung keuangan pemerintah yang berkesinambungan dan pertumbuhan ekonomi yang berimbang.

Untuk mendukung daya beli dan konsumsi, Pemerintah mengambil langkah antara lain menahan kenaikan harga minyak dan listrik. Upaya tersebut dinilai bersifat temporer dan momentum reformasi akan kembali menguat.

Baca juga: Catatan 2017, Saat Indonesia Akhirnya Menyandang Status Investment Grade

“Afirmasi rating Indonesia pada BBB- dengan outlook stabil merupakan cerminan atas kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang baik dan kerangka bauran kebijakan yang kredibel," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam keterangan persnya, Kamis (31/5/2018).

Sebagai informasi, S&P sebelumnya menaikkan peringkat Indonesia ke level BBB-/stable outlook ( Investment Grade) pada 19 Mei 2017.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X