Gunung Merapi Meletus, Penerbangan di Bandara Adisutjipto Masih Normal

Kompas.com - 01/06/2018, 09:48 WIB
Ruang tunggu di Bandara Adisutjipto, beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/ALEK KURNIAWANRuang tunggu di Bandara Adisutjipto, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Gunung Merapi meletus setinggi 6.000 meter selama 2 menit pada Jumat (1/6/2018) pukul 08.20 WIB.

Meski terjadi letusan, penerbangan dari dan ke Bandara Adisutjipto di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta disebut masih normal.

"Penerbangan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta hingga pagi ini masih normal. Terkait letusan ini, telah dikeluarkan Volcano Observatory Notice for Aviation (Vona) dengan kode warna red," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat dihubungi Kompas.com, Jumat pagi.

Sutopo menjelaskan, kode warna red atau merah pada Vona dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi terkini di lokasi. Sutopo memastikan, setelah letusan selama 2 menit, tidak ada letusan lagi dari Gunung Merapi.

BNPB bersama Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta masih memantau lebih lanjut perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Merapi setelah meletus. BNPB memperkirakan hujan abu vulkanik akan jatuh di sisi sekitar Gunung Merapi, khususnya di sisi barat.

"Status Gunung Merapi masih tetap Waspada atau Level 2. Dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi dilarang ada aktivitas masyarakat dan sampai saat ini belum perlu ada pengungsian. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang," tutur Sutopo.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X