AS Berlakukan Tarif, China Ancam Batalkan Perjanjian Dagang

Kompas.com - 04/06/2018, 08:38 WIB

BEIJING, KOMPAS.com -Tarik ulur konflik dagang China dan Amerika Serikat (AS) masih terus berlangsung.

Perundingan terakhir antara AS dan China pada Minggu (3/5/2018) waktu Beijing, berakhir dengan China memperingatkan AS jika tarif impor terhadap beberapa komoditas China akan membatalkan perjanjian-perjanjian yang telah disetujui kedua belah pihak.

Peringatan dari China ini menimbulkan kegamangan dari pihak AS. Apakah akan tetap memberlakukan tarif impor untuk China dan menyulut potensi perang dagang semakin besar, atau berdamai dan menyetujui tawaran yang diberikan China.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan yang jelas di antara keduanya terkait hasil akhir perundingan yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross dan Perdana Menteri China Liu He.

Baca juga: Tenaga Kerja Asing Bertambah, Pekerja Asal China Paling Banyak

Meskipun pihak China mengatakan proses negosiasi di antar kedua raksasa perkonomian dunia ini berjalan dengan lancar, namun hasil perundingan yang sebelumnya pernah tercapai mengenai impor AS ke China untuk komoditas agrikultur dan energi memerlukan pembahasan lebih lanjut.

"Pencapaian perjanjian China dan Amerika seharusnya berakhir dengan dua pihak yang saling bersebrangan pandangan ini tidak saling menyerang dalam perang dagang," kantor berita China Xinhua memberitakan pada Minggu (3/5/2018), dikutip melalui South China Morning Post.

"Jika Amerika Serikat memberikan sanksi dagang, termasuk memberikan tambahan tarif (untuk produk China), maka seluruh perjanjian dagang di antara keduanya tidak akan berlaku," tambahnya.

AS belum memberikan keterangannya terkait pertemuan hari itu, meskipun Ross telah mengatakan proses perundingan berjalan dengan "baikdan jujur", dengan 50 anggota delegasi AS mengangkat topik terkait penambahan jumlah komoditas AS yang akan diimpor ke China.

Baca juga: Trump Bantu ZTE, China Jajaki Cabut Tarif Produk AS

Analis mengatakan, proses perundingan di antara keduanya bisa jadi memang tidak menghasilkan kesimpulan apapun, di tambah lagi dengan ancaman pemberlakuan tarif untuk produk impor China yang juga masih terus digodok oleh AS, meskipun di sisi lain China juga telah setuju di beberapa hal.

"Sepertinya negosiasi berakhir dengan kebuntuan lain, tanpa benar-benar ada mengakui apapun," ujar Ekonom dari Intelligence Unit Nick Marro.

Halaman:
Sumber SCMP


Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.