Pasca-Vonis Hakim, Korban Minta Kompensasi Penipuan First Travel

Kompas.com - 04/06/2018, 17:57 WIB
Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan Direktur First Travel Anniesa Hasibuan dalam sidang di Pengadilan Negeri Depok, Senin (23/4/2018). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIADirektur Utama First Travel Andika Surachman dan Direktur First Travel Anniesa Hasibuan dalam sidang di Pengadilan Negeri Depok, Senin (23/4/2018).

Ada pun aset yang disita berupa rumah mewah milik boss First Travel di kawasan Sentul, kantor di Jalan Radar Auri Cimanggis, Depok, rumah tinggal di Kelapa Dua Depok, serta sejumlah unit mobil mewah.

Selain meminta LPSK membantu soal kompensasi, pihak kuasa hukum juga meminta fatwa hukum Mahkamah Agung.

(Baca: Lima Fakta dalam Sidang Vonis Bos First Travel)

Luthfi mengatakan, apabila dalam proses penyitaan ada aset sita atau barang bukti yang dianggap milik pihak ketiga, maka harus dijelaskan dalam sebuah persidangan.

"Setiap penyitaan dilakukan dengan sebuah penetapan, maka mengalihkan aset barang sita haruslah dengan putusan pengadilan. Jika tidak, maka itu namanya pengalihan sepihak dan ilegal," kata Luthfi.

Ia menegaskan, negara harus hadir dalam pemenuhan hak korban. Sebab, imbuhnya, bukan hal yang mustahil jika terjadi peristiwa serupa di masa mendatang.  

"Apa pun keadaannya sekarang, 63.310 korban kejahatan memerlukan solusi yakni uangnya kembali atau mereka diberangkatkan untuk umroh," kata Luthfi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X