Targetkan Satu Juta Investor, Yusuf Mansyur Garap Reksa Dana Receh

Kompas.com - 05/06/2018, 11:17 WIB
Ustadz Yusuf Mansyur saat wawancara dengan wartawan, di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (24/4/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaUstadz Yusuf Mansyur saat wawancara dengan wartawan, di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (24/4/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik dan Komisaris Utama PT Paytren Aset Manajemen, Yusuf Mansyur berharap sistem reksa dana syariah online miliknya disambut meriah masyarakat. Yusuf menargetkan Paytren Online Reksa dana (PayOR) dapat menggaet satu juta investor reksa dana dalam waktu dekat.

"Saya harap apa yang dicita-citakan, dalam waktu dekat bisa nembus satu juta reksa dana," kata Yusuf di Auditorium Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Untuk saat ini kata Yusuf, Paytren bertahan untuk tidak msuk ke reksa dana besar.

"Kami tetap ingin ini reksa dana recehan. Dengan Rp 100.000 sudah bisa nabung," kata Yusuf.

Baca juga: Kembangkan Madhang.id, Kaesang Gandeng Grab dan Paytren

 

Yusuf mengatakan, Paytren menargetkan pertumbuhan pengelolaan payment gateway sekitar Rp 20-30 triliun per bulan. Ia menargetkan perputaran uang bisa mencapai Rp 120 triliun.

"Kalau bisa kumpulkan 60 juta orang saja di Paytren, perputaran uang bisa Rp 120 triliun," ujar Yusuf

Yusuf mengatakan, dengan adanya PayOR, diharapkan investor bisa lebih mudah berinvestasi karena dapat diakses secara online. Investor dapat mengakses reksa dana online Paytren melalui website www.payor.paytren-am.co.id.

Sistem tersebut dilengkapi dengan akses langsung ke Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dalam proses verifikasi data calon investor. Selanjutnya, data investor diproses untuk mendapatkan single investor identification number ke KSEI.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Whats New
Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Smartpreneur
Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Whats New
Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Work Smart
Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Rilis
IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

Earn Smart
Diterpa Sentimen 'Sell in May and Go Away', Apakah IHSG Masih Menarik?

Diterpa Sentimen "Sell in May and Go Away", Apakah IHSG Masih Menarik?

Earn Smart
Kewirausahaan untuk Semua

Kewirausahaan untuk Semua

Smartpreneur
Wacana WFA bagi ASN, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Wacana WFA bagi ASN, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Whats New
Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Whats New
Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Whats New
E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

Whats New
Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Whats New
Ini Upaya Super Indo jika Harga Daging dan Telur Mahal akibat Larangan Ekspor Gandum India

Ini Upaya Super Indo jika Harga Daging dan Telur Mahal akibat Larangan Ekspor Gandum India

Whats New
Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.