Suka Bunga Acuan Naik, Aliran Dana Masuk Capai Rp 13 Triliun - Kompas.com

Suka Bunga Acuan Naik, Aliran Dana Masuk Capai Rp 13 Triliun

Kompas.com - 05/06/2018, 16:11 WIB
Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur Bulanan Tambahan, Rabu (30/5/2018) KOMPAS.com/MUTIA FAUZIA Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur Bulanan Tambahan, Rabu (30/5/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan suku bunga acuan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Sejak akhir Mei 2018, aliran modal masuk (capital inflows) mencapai Rp 13 triliun.

"Dari pantauan kami, sejak 24 Mei, inflows sudah terjadi, terutama pada Surat Berharga Negara (SBN). Menurut perhitungan kami, (inflows) sudah sampai Rp 13 triliun sejak tanggal 24 Mei itu," kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI di gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (5/6/2018).

Perry menuturkan, aliran modal masuk ini didukung oleh lelang SBN yang diadakan oleh Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).

Dari data tersebut, secara bertahap pelaku pasar akan menilai kondisi Indonesia dan menunjukkan faktor confident semakin kuat di tengah dinamika kondisi global saat ini.

(Baca: Kenaikan Suku Bunga Acuan BI Positif untuk Rupiah)

Selama Mei 2018, bank sentral telah dua kali menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Repo Rate.

Melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) tambahan pada 30 Mei 2018, BI 7-DRR ditetapkan 4,75 persen atau naik 25 basis poin dari yang sebelumnya 4,5 persen.

Keputusan menaikkan suku bunga acuan salah satunya sebagai antisipasi terhadap perkiraan kenaikan Fed Fund Rate pada pertengahan Juni ini.

Kenaikan suku bunga juga bertujuan sebagai kebijakan jangka pendek Bank Indonesia dalam memprioritaskan kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar rupiah.



Close Ads X