Pegadaian Siapkan 48 Gudang Untuk Simpan Barang Nasabah selama Mudik

Kompas.com - 06/06/2018, 08:30 WIB
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso saat paparan kinerja Pegadaian di Jakarta, Selasa (21/11/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTODirektur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso saat paparan kinerja Pegadaian di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Pegadaian Persero Sunarso mengatakan, jelang mudik Lebaran, biasanya nasabah menggunakan jasa Pegadaian untuk menitipkan barang berharga. Mekanismenya sama saja dengan menggadai. Nasabah mendapat uang saat barang tersebut diserahkan ke Pegadaian.

"Jadi orang itu tidak semata-mata cari duit, tapi mengamankan barangnya dengan cara menggadaikan," ujar Sunarso di kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Sunarso mengatakan, biasanya masa gadai hanya 15 hari. Setelahnya, penggadai kembali menebus barang tersebut setelah mudik. Pegadaian menyediakan 48 gudang terpadu untuk menyimpan barang-barang yang digadai.

"Gudang bisa menerima barang denfan ukuran besar mauoun barang berharga yang kecil-kecil," kata Sunarso.

Biasannya yang digadai umtuk dititipkan jelang mudik berupa kendaraan bermotor dan emas. Selama cuti bersama, kata Sunarso, kantor Pegadaian tak beroperasi.

"Makanya nitipnya sebelum libur Lebaran," kata dia.

Sunarso mengatakan, biasanya tren gadai akan turun sekitar lima persen menjelang Lebaran. Hal ini disebabkan nasabah mendapat tunjangan hari raya sehingga lebih banyak yang menebus barang ketimbang menggadai.

Penurunan tersebut merupakan hal yang biasa dan tak perlu dikhawatirkan. Sebab, biasanya setelah Lebaran, tren gadai kembali naik. Bahkan menutupi angka penurunan gadai sebelum Lebaran.

"Nanti biasanya bisa balik lagi 10 persen naiknya," kata Sunarso.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangun Kafe di Atas Laut, Ekonomi Desa Semare di Pesisir Pasuruan Pun Terangkat

Bangun Kafe di Atas Laut, Ekonomi Desa Semare di Pesisir Pasuruan Pun Terangkat

Rilis
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Sri Mulyani Putuskan Harga Pertalite dan Tarif Listrik Subsidi Tak Naik Tahun Ini

Sri Mulyani Putuskan Harga Pertalite dan Tarif Listrik Subsidi Tak Naik Tahun Ini

Whats New
Tahan Harga Pertalite, Kas Pertamina Bisa Tekor Rp 190 Triliun

Tahan Harga Pertalite, Kas Pertamina Bisa Tekor Rp 190 Triliun

Whats New
Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Rilis
IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Whats New
Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Whats New
Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Whats New
SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

Whats New
Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Spend Smart
Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih, Bapak Presiden

Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih, Bapak Presiden

Whats New
E-toll Bakal Diganti MLFF buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

E-toll Bakal Diganti MLFF buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

Whats New
[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Subsidi BBM dan Listrik Bengkak, Sri Mulyani Minta Anggaran Ditambah

Subsidi BBM dan Listrik Bengkak, Sri Mulyani Minta Anggaran Ditambah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.