Asian Agri Optimistis Bisa Punya Lahan Kemitraan Seluas 100.000 Hektar

Kompas.com - 06/06/2018, 09:00 WIB
Asian Agri, diwakili oleh Direktur Corporate Affairs Fadhil Hasan membagikan premi kepada dua belas perwakilan petani sawit Koperasi Unit Desa Wilayah Jambi dan Riau, Selasa (10/04/2018). KOMPAS.com/Mutia FauziaAsian Agri, diwakili oleh Direktur Corporate Affairs Fadhil Hasan membagikan premi kepada dua belas perwakilan petani sawit Koperasi Unit Desa Wilayah Jambi dan Riau, Selasa (10/04/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Melalui program Komitmen Kemitraan One to One, PT Asian Agri optimis dapat memenuhi target bermitra dengan para petani sawit dengan total luasan lahan mencapai 100.000 hektar (ha).

Direktur Corporate Affairs Asian Agri Fadhil Hasan mengatakan, hingga saat ini jumlah lahan kemitraan Asian Agri dengan petani sawit nasional mencapai 92.000 hektar perkebunan kelapa sawit.

"Angka ini akan terus berkembang," ujarny di Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Program Kemitraan One to One ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan praktik pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan baik di pasar nasional maupun internasional.

Selain itu, tingginya permintaan terhadap produk kelapa sawit dan turunannta turun mendorong Asian Agri bermitra dengan petani sehingga memiliki kapasitas yang berkembang sebagai pemasok terbesar kedua kelapa sawit nasional.

Melalui program kemitraan ini, perseroan memungkinkan pengelolaan 1 ha lahan petani sebanding dengan 1 ha lahan inti Asian Agri.

"Melaui program kemitraan One to One, kami menempatkan hubungan antara perusahaan dan petani tidak hanya sebatas penjual dan pembeli. Namun kami turut berfokus pada peningkatan kesejahteraan seluruh petani mitra dan praktik-praktik berkelanjutan yang diterapkan oleh petani," ujarnya.

Untuk mendukung praktik perkebunan sawit berkelanjutan tersebut, Asian Agri juga mengusung program peremajaan (replanting) karena rata-rata lahan yang dimiliki petani telah berusia lebih dari 25 tahun. Sehingga, produksi kelapa sawit menjadi menurun. Pelaksaan peremajaan sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2016.

"Usia tanaman (yang sudah dilakukan peremajaan) 2,5 tahun. Sekarang sudah berbuah dan mulai dipanen. Tanaman sawit ini cepat berbuah karena menggunakan benih Topaz yang diproduksi Asian Agri," Deputy Head of Partnership Asian Agri Rafmen.

Dana untuk peremajaan ini didapatkan melalui bantuan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit sebesar Rp25 juta untuk setiap hektare.

Adapun pada tahun 2018 ini, Asian Agri menargetkan dapat meremajakan 600 ha lahan perkebunan sawit milik petani di Riau.

Sebagai informasi, hingga saat ini Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi. Sementara untuk tahun 2018, Asian Agri menargetkan dapat meningkatkan jumlah kemitraan dengan 40.000 petani plasma.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merosot 20 Dollar AS, Harga Emas Turun ke Level Terendah 11 Bulan

Merosot 20 Dollar AS, Harga Emas Turun ke Level Terendah 11 Bulan

Whats New
Sri Mulyani Sebut Tingkat Konsumsi 30 Persen Penduduk Termiskin RI Sudah Berangsur Pulih

Sri Mulyani Sebut Tingkat Konsumsi 30 Persen Penduduk Termiskin RI Sudah Berangsur Pulih

Whats New
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik hingga Juni 2021 Tidak Naik, Ini Rinciannya

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik hingga Juni 2021 Tidak Naik, Ini Rinciannya

Whats New
Mau Bisnis Makanan? Simak Dulu 7 Tips Ini

Mau Bisnis Makanan? Simak Dulu 7 Tips Ini

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Tarif Listrik PLN Periode April-Juni 2021 |  Kekayaan Elon Musk Hilang Rp 378 Triliun

[POPULER MONEY] Tarif Listrik PLN Periode April-Juni 2021 | Kekayaan Elon Musk Hilang Rp 378 Triliun

Whats New
Di Depan Ratu Belanda, Sri Mulyani Paparkan Masalah Kesenjangan Akses Keuangan Perempuan RI

Di Depan Ratu Belanda, Sri Mulyani Paparkan Masalah Kesenjangan Akses Keuangan Perempuan RI

Whats New
Contoh Daftar Riwayat Hidup dengan Format yang Baik dan Benar

Contoh Daftar Riwayat Hidup dengan Format yang Baik dan Benar

Work Smart
Amankan Pasokan Bawang Merah Saat Lebaran, Sang Hyang Seri Gandeng PT Alami Orion Agrotama

Amankan Pasokan Bawang Merah Saat Lebaran, Sang Hyang Seri Gandeng PT Alami Orion Agrotama

Whats New
Simulasi KPR di 4 Bank BUMN, Mudah dan Akurat

Simulasi KPR di 4 Bank BUMN, Mudah dan Akurat

Spend Smart
Bisnis Resto Terempas, Virtual Dining Concept Sebuah Solusi?

Bisnis Resto Terempas, Virtual Dining Concept Sebuah Solusi?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Tips Membeli Rumah Pertama | Aspek Penting Membangun Tangga di Hunian Kecil | Mengenali Tanda Serangan Rayap di Rumah

[KURASI KOMPASIANA] Tips Membeli Rumah Pertama | Aspek Penting Membangun Tangga di Hunian Kecil | Mengenali Tanda Serangan Rayap di Rumah

Rilis
Ekonom: Kalau Enggak Mau Kebanjiran Impor, Jangan Ikut Kerja Sama Dagang!

Ekonom: Kalau Enggak Mau Kebanjiran Impor, Jangan Ikut Kerja Sama Dagang!

Whats New
Waskita dan HK Siap Lepas Ruas Tol yang Dikelola untuk LPI

Waskita dan HK Siap Lepas Ruas Tol yang Dikelola untuk LPI

Whats New
BGR Logistic Gandeng KAI untuk Optimalkan Layanan Logistik dan Pergudangan

BGR Logistic Gandeng KAI untuk Optimalkan Layanan Logistik dan Pergudangan

Rilis
Hingga Hari Ini, 5 Juta Orang Sudah Lapor SPT Tahunan

Hingga Hari Ini, 5 Juta Orang Sudah Lapor SPT Tahunan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X