Serikat Pekerja: Rencana Kenaikan Tarif Cukai Ancam Industri Rokok

Kompas.com - 06/06/2018, 10:45 WIB
Pekerja memeriksa sampel tembakau di gudang Pabrik Rokok Gudang Garam di Desa Pare, Kecamatan Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (21/9/2010). KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMOPekerja memeriksa sampel tembakau di gudang Pabrik Rokok Gudang Garam di Desa Pare, Kecamatan Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (21/9/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana kenaikan tarif cukai rokok pada 2019 mendatang disebut bakal mengancam industri rokok. Naiknya tarif cukai itu dianggap berbanding lurus dengan turunnya omset.

“Faktanya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) masih terjadi setiap tahun. Salah satu faktornya adalah karena kenaikan cukai. Kalau omset turun, pengusaha pasti PHK pekerjanya,” kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM-SPSI) Sudarto, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (6/6/2018).

Sudarto sendiri mafhum atas adanya rencana kenaikan tarif cukai rokok tersebut sebab hal itu bisa meningkatkan penerimaan negara.

Namun, besaran tarif cukai yang terlampau tinggi selama 5 hingga 8 tahun terakhir telah mampu menurunkan jumlah buruh industri rokok.

Sudarto pun mengaku telah mengambil tindakan terkait kondisi tersebut.

“Kami aktif menyuarakan dari pejabat tingkat kabupaten/kota, sampai berbagai instansi/pejabat tingkat pusat. Saya bahkan pernah menyampaikan langsung ke Presiden Joko Widodo,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPS) Sjukrianto berharap agar pemerintah tidak lagi menaikkan tarif cukai rokok.

“Imbas dari kenaikan cukai rokok ini panjang, dari pekerja rokok, industri, pedagang, sampai ke penerimaan negara. Padahal masih banyak sumber pendapatan negara dari pos lainnya,” tutur Sjukrianto.

Sjukrianto mencontohkan, tarif cukai rokok yang rata-rata sebesar 10 persen pada tahun ini sudah sangat membebani para pelaku usaha kecil.

Tak heran jika akhirnya dia memperkirakan pertumbuhan pendapatan dari penjualan rokok pada tahun ini akan stagnan.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.