Moch S. Hendrowijono
Pengamat Telekomunikasi

Mantan wartawan Kompas yang mengikuti perkembangan dunia transportasi dan telekomunikasi.

Angkutan Daring yang Menggerakkan Ekonomi

Kompas.com - 07/06/2018, 12:24 WIB
Pengemudi ojek online melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (27/3). Massa dari pengemudi ojek online menuntut pemerintah membantu untuk berdiskusi dengan perusahaan transportasi online agar merasionalkan tarif. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPengemudi ojek online melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (27/3). Massa dari pengemudi ojek online menuntut pemerintah membantu untuk berdiskusi dengan perusahaan transportasi online agar merasionalkan tarif.


Tumbuh 8,6 persen

Pasar uang menyebutkan, valuasi Gojek saat ini lebih dari Rp 50 triliun. Berapa valuasi moda angkota kota lainnya? Transportasi online memang makin meraksasa, terutama dengan makin besarnya uang yang beredar.

Hasil survei yang dilakukan Indef yang mewawancara 516 responden mendapati kenyataan yang mendebarkan, transportasi online kini menjadi penyelamat perekonomian Indonesia.

Menurut Bima Yusdistira dari Indef, ketika saat ini pertumbuhan ekonomi kita berhenti pada 5 persen, sektor transportasi (online) malah tumbuh 8,6 persen selama triwulan satu tahun 2018 dibanding periode sama tahun 2017.

Baca juga: Indef Soroti Akuisisi Uber oleh Grab dan Nasib Pengemudinya

Penyerapan tenaga kerja juga tinggi di sektor ini dibanding sektor pertambangan yang berkurang 700.000an orang dan industri yang berkurang148.000 orang. Pada tiga tahun pertama periode SBY-Budiono terjadi pengurangan pekerja sampai 259.000 orang, pada 3 tahun periode SBY- JK jumlah pekerja turun dengan 95.000 orang tetapi pada periode 3 tahun pertama Jokowi-JK, justru terjadi kenaikan pekerja sebanyak 169.000 orang, sebagian dari sektor transportasi.

Lebih lanjut Indef mendapati kenyataan bahwa pendapatan pengemudi online termasuk insentif, mencapai Rp 3 juta (motor) sampai Rp 4,5 juta (mobil). Satu pengemudi onjek online bisa mendapat 11 sampai 16 penumpang sehari.

Sementara pertumbuhan jumlah pekerja transportasi justru tidak didorong pemerintah, malah ada kesan pemerintah alergi terhadap keberadaan transportasi online. Antara lain karena sepeda motor tidak termasuk dalam salah satu moda angkutan menurut aturan perundangan.

Tumbuhnya layanan transportasi online kemungkinan akan berkembang menjadi industri teknologi finansial (fintech) karena tingginya lalu lintas uang, antara lain dengan Go-pay.

Muslich mencontohkan, ia dan istrinya mengeluarkan uang untuk transportasi online sampai Rp 1 juta sepekan.

Sama dengan kebanyakan penduduk urban, ia mulai mengandangkan kendaraan bermotornya karena transportasi online telah mampu membuat pelanggan menjadi raja. Online menjemput di depan pintu rumah dan mengantarkan sampai depan pintu tujuan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Penyebab Mengapa Minyak Goreng Murah Masih Susah Didapatkan di Ritel Modern

Menengok Penyebab Mengapa Minyak Goreng Murah Masih Susah Didapatkan di Ritel Modern

Whats New
[POPULER MONEY] Harga Emas Antam Anjlok | Mengenal Skema Ponzi | Harga Minyak Goreng Turun Jadi Rp 11.500

[POPULER MONEY] Harga Emas Antam Anjlok | Mengenal Skema Ponzi | Harga Minyak Goreng Turun Jadi Rp 11.500

Whats New
BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Whats New
Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Whats New
Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Whats New
Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Whats New
Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Whats New
Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.