Menteri Jonan: Pasokan Premium akan Dievaluasi jika Permintaan Memang Rendah - Kompas.com

Menteri Jonan: Pasokan Premium akan Dievaluasi jika Permintaan Memang Rendah

Kompas.com - 08/06/2018, 08:00 WIB
Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan memperagakan penggunaan T-Cash sebagai alat pembayaran BBM di SPBU wilayah Kertosono, Jawa Timur, Minggu (3/6/2018).KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan memperagakan penggunaan T-Cash sebagai alat pembayaran BBM di SPBU wilayah Kertosono, Jawa Timur, Minggu (3/6/2018).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan pemerintah akan mengevaluasi pasokan bahan bakar minyak jenis Premium, jika memang permintaan masyarakat sangat rendah.

"Saya ingin test yang beli Premium dan Pertalite lebih banyak mana? Tapi dari sepintas memang banyak yang beli Pertalite, khususnya pengendara sepeda motor," kata Jonan seperti dikutip dari Antara, Kamis (7/6/2018).

Hal itu disampaikan saat dirinya bersama Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa meninjau salah satu stasiun pengisian bahan bakar minyak umum (SPBU) di kawasan Kaliurang, Yogyakarta.

Menurut Jonan, pemerintah saat ini terus menambah pasokan premium ke SPBU di Jawa, Madura dan Bali dari berjumlah 571 SPBU menjadi 1.519 SPBU dan nanti di 2.90 SPBU.

Dikatakan Menteri Jonan, pemerintah siap memasok premium dalam jumlah banyak kalau memang masyarakat membutuhkan.

"Tapi kalau ternyata peminatnya sangat rendah akan kita evaluasi. Setidaknya sampai akhir bulan ini akan dievaluasi," kata Jonan.

Jonan masih terus memantau pembelian premium di seluruh daerah apakah peminatnya banyak atau sangat rendah.

"Kita akan sediakan premium. Kalau premium hilang, nanti jadi ramai," kata dia.

Dia menegaskan jika animo masyarakat terhadap premium sangat tinggi maka pemerintah siap memenuhi kebutuhan, tapi sebaliknya kalau animo sangat rendah akan dievaluasi.

"Setiap hari dan setiap SPBU dipasok 8.000 liter premium," katanya.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan BPH Migas siap memastikan pasokan premium sesuai penugasan pemerintah.

"Kalau memang permintaan premium sedikit tentu kita juga akan evaluasi seperti disampaikan Menteri ESDM," katanya.

Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Mas'ud Khamid mengatakan dalam mengantisipasi mudik dan balik Lebaran 2018 akan meningkatkan pasokan premium ke sejumlah SPBU.

Secara nasional ada tambahan premium sebesar 25 persen, khusus untuk Jawa Tengah tambahan 30-35 persen.

Pertamina juga menyediakan premium di jalan tol fungsional dengan menyediakan BBM Kios, Kantong BBM, dan 300 motor keliling yang jual kemasan premium.



Close Ads X