Kompas.com - 08/06/2018, 16:13 WIB
Perry Warjiyo usai fit and proper test di hadapan Komisi XI DPR RI, Rabu (28/3/2018). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANPerry Warjiyo usai fit and proper test di hadapan Komisi XI DPR RI, Rabu (28/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa perekonomian Indonesia terus menunjukkan pergerakan positif. Hal itu terlihat dari hasil survei penjualan eceran yang dilakukan oleh bank sentral.

Survei Bank Indonesia menunjukkan adanya pertumbuhan penjualan eceran yang lebih tinggi. Pertumbuhan itu didukung oleh kelompok bahan bakar kendaraan bermotor dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Indikasi ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tumbuh 4,1 persen year on year pada April 2018 atau meningkat dari 2,5 persen year on year (yoy) pada Maret 2018,” kata Perry saat jumpa pers di kantornya, Jumat (8/6/2018).

(Baca: BI: April 2018, Penjualan Eceran Meningkat)

Adapun penjualan eceran tertinggi, ia melanjutkan, ada pada kelompok bahan bakar kendaraan bermotor yang mengalami pertumbuhan 11,5 persen (yoy) pada April 2018, meningkat dibandingkan 5,9 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Selain itu, peningkatan penjualan ritel juga turut ditopang oleh kelompok komoditas makanan, minuman dan tembakau yang pertumbuhannya mencapai 7,7 persen (yoy), meningkat dibandingkan 6,8 persen (yoy) pada Maret 2018.

Penjualan eceran diperkirakan terus meningkat pada Mei 2018 yang diprediksi tumbuh 4,4 persen (yoy), lebih tinggi dari bulan April,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Optimisme itu muncul lantaran bakal ada pertumbuhan signifikan pada penjualan kelompok komoditas perlengkapan rumah tangga.

(Baca: Lebaran, Baju Baru, dan Budaya Konsumtif Orang Indonesia)

Pertumbuhan penjualan kelompok komoditas tersebut diprediksi bisa mencapai 3,5 persen (yoy), lebih tinggi dari April yang hanya 2,4 persen (yoy).

Penjualan komoditas peralatan informasi dan komunikasi juga diprediksi membaik dari -12,7 persen (yoy) pada April 2018 menjadi -9,1 persen (yoy) pada Mei 2018.

“Hasil survei juga mengindikasikan adanya penurunan tekanan harga di tingkat pedagang eceran dalam tiga bulan mendatang, tepatnya pada Juli 2018 sejalan dengan berakhirnya faktor musiman Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Perry.

Indikasi tersebut tercermin dari penurunan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang menjadi 153,7 dari 169,0 pada bulan sebelumnya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.