Menristek: Madiun Akan Menjadi Pusat Pengembangan Kereta Api di Indonesia

Kompas.com - 08/06/2018, 22:13 WIB
 Menteri Ristek Dikti, Mohamad Nasir dan Menteri BUMN Rini Soemarno menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Politeknik Negeri Madiun, M. Fajar Subkhan dan Direktur Utama PT Inka, Budi Noviantoro di aula PT Inka di Kota Madiun, Jumat (8/6/2018) KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Menteri Ristek Dikti, Mohamad Nasir dan Menteri BUMN Rini Soemarno menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Politeknik Negeri Madiun, M. Fajar Subkhan dan Direktur Utama PT Inka, Budi Noviantoro di aula PT Inka di Kota Madiun, Jumat (8/6/2018)

MADIUN, KOMPAS.com - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menjadikan Kota Madiun sebagai pusat pengembangan kereta api di Indonesia. Bentuknya dengan membuka program studi baru yang fokus mempelajari tentang perkeretaapian di Politeknik Negeri Madiun (PNM) di Kota Madiun.

"Madiun akan menjadi pusat pengembangan kereta api di Indonesia. Untuk itu kami akan membuka program studi baru tentang perkeretaapian di Politeknik Negeri Madiun," ujar Menteri Ristek Dikti, Mohamad Nasir, seusai menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Politeknik Negeri Madiun, M. Fajar Subkhan dan Direktur Utama PT Inka, Budi Noviantoro di aula PT Inka di Kota Madiun, Jumat (8/6/2018)

Nasir mengatakan, kerja sama antara PT Inka dan Poltek Madiun langkah maju menggabungkan dunia pendidikan dan dunia industri. Kerjasama itu menjadi kebutuhan di industri dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kerja sama ini penting terkait pengembangan pendidikan dan kebutuhan industri yang digalakan pemerintah. Kementerian BUMN perannya menggordinasikan dalam penggunaan industrinya. Sementara Kemenristek Dikti dalam pelatihan SDM di-link-kan menjadi satu,” kata Nasir.

Baca juga: Menteri Rini Ingin PT Inka Mendunia

Usai penandatanganan kesepakatan, kata Nasir, Politeknik Negeri Madiun sudah bisa membuka program studi baru tentang perkeretaapian. Konsentrasinya, akan disesuaikan dengan kebutuhan perkeretapian seperti persinyalan, gerbong, rel, dan lainnya yang terkait perekerataapian.

"Tahun 2018 kami harap sudah mulai penerimaan mahasiswa baru. Politeknik Negeri Madiun ini nantinya akan didukung perguruan tinggi lain seperti UNS, ITS, ITB, Undip, dan UI untuk pengembangan risetnya,” ucap Nasir.

Untuk dosen pengajar, Nasir menjelaskan akan mengambil praktisi dari PT Inka. Untuk sementara sebanyak 142 orang yang memiliki keahlian unggul di PT Inka.

Teknisnya, pengajar dari PT Inka yang latar belakang pendidikannya masih diploma atau sarjana nantinya akan mengikuti rekognisi pembelajaran lampau (RPL).

Pengajar tersebut nantinya juga akan mendapatkan Nomor Induk Dosen Khusus. Dengan demikian pengajar dari Inka memiliki kualifikasi setara dengan S2 dan S3.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X