Mudik Lebaran, Jumlah Uang Beredar akan Meningkat hingga 12 Persen - Kompas.com

Mudik Lebaran, Jumlah Uang Beredar akan Meningkat hingga 12 Persen

Kompas.com - 10/06/2018, 15:18 WIB
Arus mudik lebaran mulai terlihat sibuk di Terminal Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat (8/6/2018).RIMA WAHYUNINGRUM Arus mudik lebaran mulai terlihat sibuk di Terminal Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat (8/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat memrediksi, dengan cuti lebaran yang lebih panjang dari tahun lalu, serta besarnya THR untuk PNS yang mencapai Rp 35 triliun, maka akan mendorong jumlah uang beredar meningkat 11,5 hingga 12 persen (yoy).

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance ( Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, fenomena cuti dan mudik lebaran ini juga memiliki dampak positif untuk mendorong konsumsi rumah tangga.

"Jika dikombinasikan dengan besarnya THR untuk PNS maka konsumsi rumah tangga diprediksi akan tmbuh 5,1-5,2 persen pada kuartal II 2018," ujarnya ketika dihubungi Kompas.com melalui layanan pesan singkat, Minggu (10/6/2018).

Baca juga: Kendaraan Pribadi Diprediksi Masih Mendominasi Arus Mudik Lebaran

Senada dengan pendapat Bhima, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, bertambahnya jumlah uang beredar karena cairnya gaji ke 13 dan THR akan turut meningkatkan daya beli masyarakat, terutama Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Kalau tahun ini relatif banyak uang masuk menjadikan masyarakat punya daya beli lebih besar. PNS ini akan memberikan kontribusi lebih besar untuk lebaran tahun ini," ujarnya ketika dihubungi Kompas.com di hari yang sama.

Menurutnya, pertumbuhan daya beli masyarakat yang didukung oleh meningkatnya jumlah uang beredar ini akan terjadi di daerah-daerah destinasi mudik dan tujuan wisata. Selain itu, juga di daerah-daerah yang dilalui oleh pemudik.

"Tapi kalau sekarang karena susdah banyak jalan tol fungsional, nggak tau juga nih. Mudah-mudahan jalan nasional tetap ramai," tambah dia.

Baca juga: Lion Air Group Sediakan 20.330 Kursi Tambahan untuk Mudik Lebaran

Baik Bhima maupun Hariyadi mengatakan, beberapa sektor yang terkena dampak positif dari waktu mudik yang lebih panjang adalah pariwisata, restoran, perhotelan, penjualan BBM, dan ritel didaerah mulai dari toko kelontong sampai pusat perbelanjaan.

"Cuma untuk daerah yg ditinggalkan warganya akan drop. Karena, ini ada pergerakan dana dari kota-kota besar ke kota-kota tingkat dua," tambah Hariyadi.


Namun, bukan berarti panjangnya durasi mudik Lebaran kali ini tanpa konsekuensi. Bhima menambahkan, libur lebaran yang terlalu panjang akan berpengaruh ke produktivitas industri nasional. Mengingat, PDB tidak hanya dipengaruhi oleh konsumsi, namun juga didorong oleh investasi yang berkontribusi terhadap PDB sebesar 32 persen, serta ekspor sebesar 20 persen.

"Sepanjang Juni aktivitas ekspor cenderung turun, pengusaha juga menahan impor bahan baku industri. Keputusan investasi juga ikut tertunda, harus dihitung dampak negatif ke beberapa sektor utama PDB, selain konsumsi. Ada plus minusnya libur panjang tahun ini," tukas Bhima.

Kompas TV Kapolri Jenderal Tito Karnavian berharap arus mudik lebaran tahun ini bisa berjalan relatif lebih lancar.

Komentar
Close Ads X