Bambang P Jatmiko
Editor

Penikmat isu-isu ekonomi

Jalan Tol yang Harusnya Menyatukan “Cebong” dan “Kampret”

Kompas.com - 11/06/2018, 08:57 WIB
Spanduk di salah satu ruas jalan tol. Entah siapa yang memasangnya. Foto spanduk ini beredar luas di media sosial ditambahi narasi seputar Pilpres 2019. istimewa/TwitterSpanduk di salah satu ruas jalan tol. Entah siapa yang memasangnya. Foto spanduk ini beredar luas di media sosial ditambahi narasi seputar Pilpres 2019.
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini


SEBELUM memulai, izinkan saya terlebih dulu mohon maaf jika dalam tulisan ini ada kekhilafan. Apalagi saat saya menulis ini dalam suasana Bulan Ramadhan, saya tidak bermaksud bergunjing serta menyindir siapa pun.

Well, mudik, bagaimanapun, tak hanya perjalanan dari kota menuju kampung-kampung di pelosok untuk sejenak bertemu keluarga. Melepas kangen. Atau mungkin sedikit pamer atas kesuksesan yang dicapainya di kota.

Lebih dari itu. Mudik merupakan perjalanan spiritual. Meluangkan sejenak untuk kembali mengingat awal mula perjalanan hidup. Kembali memaknai nilai-nilai yang selama ini terabaikan. Termasuk, merajut tali-tali persaudaraan yang selama ini kurang terawat karena nihilnya kehadiran fisik.

Baca: Tahun Ini Jasa Marga Akan Bangun Jalan Tol Sepanjang 337,12 Km

Sejumlah teman berkisah, betapa mereka menemukan kesyahduan saat menempuh perjalanan mudik. Berangkat dari Jakarta. Di jalan bertemu dengan orang lain yang sama-sama ingin mudik ke kampung halaman, serasa mereka menemukan saudara di perjalanan.

Merasa senasib. Merasa memiliki tujuan yang sama. Saling merasa sebagai saudara. Dan itu adalah sensasinya menjalani ritual mudik yang dilakoni setahun sekali.

Tahun ini perasaan yang sama pastinya kembali muncul saat penduduk kota mulai melakoni mudik ke kampung halaman. Ditambah dengan rampungnya pembangunan sejumlah ruas jalan tol, prosesi mudik pastinya lebih lancar. Lebih khusyuk. Dan, tentunya tak menguras tenaga.

Meskipun prosesi mudik lebih lancar, ada sejumlah isu yang justru mengganjal di hati para pemudik.

Ya, ganjalan yang dimaksud adalah bertebarannya pesan-pesan bernada politis terkait jalan tol. Mulai pesan di WhatsApp, Facebook, hingga ke spanduk-spanduk.

Isinya beragam. Di satu sisi ada yang nyinyir dengan pembangunan jalan tol. Di sisi lain, ada juga yang mendukung. Termasuk, spanduk penegasan bahwa jalan tol tersebut adalah jalan tol Pak Jokowi.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mendapatkan Minyak Goreng Rakyat Rp 14.000 Per Liter

Cara Mendapatkan Minyak Goreng Rakyat Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Wall Street Menguat, Saham Citigroup dan Paramount Global Melesat

Wall Street Menguat, Saham Citigroup dan Paramount Global Melesat

Whats New
Soal Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian, Ini Kata Pemerintah

Soal Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian, Ini Kata Pemerintah

Whats New
Profil Lin Che Wei, dari Ekonom hingga Penasihat Banyak Menteri

Profil Lin Che Wei, dari Ekonom hingga Penasihat Banyak Menteri

Whats New
Ini Peran Lin Che Wei dalam Kasus Dugaan Korupsi Minyak Goreng

Ini Peran Lin Che Wei dalam Kasus Dugaan Korupsi Minyak Goreng

Whats New
Soal Telkom Rugi Investasi di GoTo, Stafsus Erick Thohir: Ini Bisnis Jangka Panjang, Bedakan dengan Jiwasraya

Soal Telkom Rugi Investasi di GoTo, Stafsus Erick Thohir: Ini Bisnis Jangka Panjang, Bedakan dengan Jiwasraya

Whats New
4 BUMN Mengantre untuk Dibubarkan

4 BUMN Mengantre untuk Dibubarkan

Whats New
Cara Top Up ShopeePay lewat ATM BRI, BCA, BNI, dan Mandiri

Cara Top Up ShopeePay lewat ATM BRI, BCA, BNI, dan Mandiri

Spend Smart
Simak 5 Cara Cek Resi Anteraja lewat Ponsel dengan Mudah

Simak 5 Cara Cek Resi Anteraja lewat Ponsel dengan Mudah

Whats New
Lawan Perubahan Iklim, Raksasa Teknologi NTT Ltd Luncurkan Layanan IoT Keberlanjutan untuk Korporasi

Lawan Perubahan Iklim, Raksasa Teknologi NTT Ltd Luncurkan Layanan IoT Keberlanjutan untuk Korporasi

Rilis
Kilang Pertamina 5 Kali Terbakar dalam 2 Tahun

Kilang Pertamina 5 Kali Terbakar dalam 2 Tahun

Whats New
Kemenhub Ungkap Alasan Tak Jadi Berlakukan Pembebasan Tarif Tol Jika Macet Saat Mudik Lebaran

Kemenhub Ungkap Alasan Tak Jadi Berlakukan Pembebasan Tarif Tol Jika Macet Saat Mudik Lebaran

Whats New
Mudah, Begini Cara Mencari ATM Bank DKI Terdekat lewat HP

Mudah, Begini Cara Mencari ATM Bank DKI Terdekat lewat HP

Whats New
RI-Jepang Buka Program Pelatihan Perawat Lansia

RI-Jepang Buka Program Pelatihan Perawat Lansia

Rilis
Resmi, Ini Daftar 11 Nama Badan Perwakilan Anggota AJB Bumiputera yang Lolos Fit and Proper Test

Resmi, Ini Daftar 11 Nama Badan Perwakilan Anggota AJB Bumiputera yang Lolos Fit and Proper Test

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.