Bambang P Jatmiko
Editor

Penikmat isu-isu ekonomi

Jalan Tol yang Harusnya Menyatukan “Cebong” dan “Kampret”

Kompas.com - 11/06/2018, 08:57 WIB
Spanduk di salah satu ruas jalan tol. Entah siapa yang memasangnya. Foto spanduk ini beredar luas di media sosial ditambahi narasi seputar Pilpres 2019. istimewa/TwitterSpanduk di salah satu ruas jalan tol. Entah siapa yang memasangnya. Foto spanduk ini beredar luas di media sosial ditambahi narasi seputar Pilpres 2019.

Karena proyek jalan tol melibatkan dana masyarakat yang cukup besar, tentu tidak elok memolitisasinya. Apakah itu mengklaimnya sebagai keberhasilan satu pihak atau menyinyiri sebagai proyek yang tidak menyentuh hajat hidup orang banyak.

Ingat, duit yang berputar di proyek jalan tol tak cuma dari mereka yang mendukung pemerintah. Duit dari nasabah yang nyinyir ke pemerintah pasti ada yang terpakai di proyek ini.

Bagi para “cebong”, perlu diingat bahwa uang untuk membangun jalan tol tak hanya dari uang kalian. Ada uang para “kampret” yang juga dipakai untuk membangunnya. Bahkan, bisa saja duit para "kampret" lebih banyak terpakai ketimbang duit kalian.

Bagi para “kampret”, pahamilah bahwa ada uang kalian yang berputar di proyek jalan tol. Jika kalian nyinyir dan jalan tol menjadi sepi, yang akan menghadapi risiko kredit macet juga kalian sendiri.

Tak perlu mengimbau orang lain untuk tidak lewat jalan tol, wahai “kampret”. Justru yang perlu kalian lakukan adalah ajak semua orang lewat jalan tol yang dibangun.

Berterimakasihlah kepada para “cebong” yang mempromosikan jalan tol baru. Dengan begitu, uang kalian di bank yang dikucurkan untuk proyek jalan tol tetap bisa berputar.

Karena itu, wahai para "cebong" dan "kampret", sesungguhnya kalian tak punya pilihan lain, selain mendukung sepenuhnya proyek pembangunan jalan tol. Yang mana pembiayannya berasal dari uang kalian semua.

Untuk para pemudik, selamat menikmati ritual tahunan ini. Sudah ada jalan tol yang bisa dilalui yang membuat prosesi mudik menjadi lebih asyik. Jaga konsentrasi di jalan, dan selamat sampai tujuan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.