Ini Penjelasan TNI AU soal Kesiapan Pilot Militer untuk Garuda - Kompas.com

Ini Penjelasan TNI AU soal Kesiapan Pilot Militer untuk Garuda

Kompas.com - 11/06/2018, 14:17 WIB
Ilustrasi pilotdok Garuda Indonesia Ilustrasi pilot

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama (Marsma) Novyan Samyoga membantah kabar yang menyebutkan bahwa pilot TNI AU bakal menggantikan pilot Garuda Indonesia saat pilot maskapai tersebut mogok kerja.

Menurut Samyoga, pilot TNI AU yang menerbangkan pesawat Garuda Indonesia sebatas implementasi kerja sama antara dua institusi.

"TNI AU dan Garuda Indonesia ada kerja sama dalam penugasan pilot, namun sifatnya untuk pilot TNI AU yang kekurangan jam terbang dan hanya untuk Boeing 737-800. Jumlahnya juga sedikit. Jadi tidak ada hubungannya dengan isu pemogokan pilot Garuda," ujar Novyan saat berbincang dengan Kompas.com, Senin (11/6/2018).

Selain itu, Samyoga pun menilai proses menerbangkan pesawat sipil seperti Boeing 737-800 tidaklah sederhana. Diperlukan latihan tersendiri dengan jangka waktu yang lama.

Lebih lanjut Samyoga menegaskan, tidak ada data atau jumlah tertentu pilot TNI AU yang terlibat kerja sama dengan Garuda. Ini karena para penerbang di TNI AU bisa menambah jam terbang di Garuda Indonesia.

"Dan, ini sama sekali tidak ada hubungan dengan pemogokan (pilot Garuda)," tegas Samyoga.

Sebelumnya diberitakan bahwa Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono telah menggandeng TNI AU untuk mengantisipasi aksi mogok para pilot.

Kerja sama itu untuk memastikan operasional penerbangan tetap berjalan normal meski ada aksi mogok.

"Tentunya kami apabila ini terjadi mogok, kami akan mengoptimalkan seluruh pilot yang ada di Garuda. Kedua, tentunya untuk jangka panjang kami sudah bekerja sama dengan TNI AU untuk pemanfaatan SDM di bidang pilot," katanya.

Ancaman aksi mogok dilakukan karena kinerja perusahaan dinilai terus menurun dan tidak kunjung membaik.


Komentar
Close Ads X