Melawan Kenaikan Harga Pangan Jelang Lebaran...

Kompas.com - 11/06/2018, 20:20 WIB
Untuk meringankan beban warga di kota Banda Aceh yang ingin membeli daging untuk perayaan tradisi hari Meugang (hari makan daging)  menyambut bulan Suci Ramdhan, pengusaha daging  dari Banda Malaka Utama membuka sejumlah lapak pasar daging dengan harga terjangkau oleh kalangan kamasyarakat ekonomi menengah kebawah. ?tujuan kami membuka lapak penjualan daging dengan harga lebih murah dari pasaran agar warga yang ekonomi menengah kebawah dapat terbantu, karena di Aceh selama ini selalu harga daging melonjak saat hari meungang,? kata Almer Hafisani, pengusaha daging Banda Malaka Utama, kepada kompas.com, Rabu (16/05/18). RAJAUMAR/KOMPAS.COMUntuk meringankan beban warga di kota Banda Aceh yang ingin membeli daging untuk perayaan tradisi hari Meugang (hari makan daging) menyambut bulan Suci Ramdhan, pengusaha daging dari Banda Malaka Utama membuka sejumlah lapak pasar daging dengan harga terjangkau oleh kalangan kamasyarakat ekonomi menengah kebawah. ?tujuan kami membuka lapak penjualan daging dengan harga lebih murah dari pasaran agar warga yang ekonomi menengah kebawah dapat terbantu, karena di Aceh selama ini selalu harga daging melonjak saat hari meungang,? kata Almer Hafisani, pengusaha daging Banda Malaka Utama, kepada kompas.com, Rabu (16/05/18).
|

KOMPAS.com - Kenaikan harga komoditas pangan jelang Lebaran adalah sesuatu yang selalu terjadi dari tahun ke tahun. Meski pemerintah telah melakukan berbagai cara, tetap saja kenaikan harga beberapa komoditas pangan sulit dibendung.

Contohnya di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Harga daging sapi di sana pada Senin (11/6/2018) sebesar Rp 125.000 per kilogram (kg). Harga tersebut naik Rp 5.000-Rp 10.000 dibanding sebelumnya.

Kenaikan juga terjadi pada harga daging ayam potong segar. Harga daging ayam di pasar tradisional Kelurahan Kota Jaya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, seperti diberitakan Antara, Senin (11/6/2018), mencapai Rp 45.000 per kg atau naik Rp 10.000 dari minggu sebelumnya.

Siti, salah satu pedagang daging ayam potong di pasar tersebut, mengatakan, kenaikan harga di tataran penjual merupakan dampak dari kenaikan harga jual ayam hidup dari agen ayam potong.

"Kami membeli ayam hidup dari agen yang menyalurkan ayam potong, dan harga per ekor ayam dari sana sudah mengalami kenaikan," kata dia.

Selain harga daging, harga kebutuhan lain, seperti cabai dan bawang, pun ikut naik. Diberitakan Tribun, Minggu (10/6/2018), harga cabai merah besar di pasar sentral Soppeng Matahari, Sulawesi Selatan, mengalami kenaikan dari Rp 25.000 per kg menjadi Rp 35.000 per kg.

Sementara itu, harga bawang merah di sana juga ikut naik, dari Rp 25.000 per kg menjadi Rp 30.000 per kg. Adapun harga kacang hijau naik menjadi Rp 15.400 per kg dari Rp 13.500 per kg.

Naiknya harga-harga itu terjadi karena jumlah permintaan yang tinggi terhadap komoditas tersebut.

Usaha pemerintah

Pemerintah sendiri sebenarnya telah melakukan berbagai tindakan untuk mengendalikan lonjakan harga komoditas pangan jelang Lebaran. Caranya dengan memastikan ketersediaan stok semua bahan pokok.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan, stok beras untuk kebutuhan Idul Fitri sangat memadai.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X