Pemerintah Bakal Gratiskan Biaya Tol jika Terjadi Kemacetan Panjang - Kompas.com

Pemerintah Bakal Gratiskan Biaya Tol jika Terjadi Kemacetan Panjang

Kompas.com - 12/06/2018, 06:04 WIB
Kepadatan kendaraan pemudik jelang memasuki rest area Tol  Pemalang-Batang, Jawa Tengah, Senin (11/6/2018). Jalan tol tersebut merupakan tol fungsional yang dibuka selama 24 jam hingga H+ 7 Lebaran.MAULANA MAHARDHIKA Kepadatan kendaraan pemudik jelang memasuki rest area Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah, Senin (11/6/2018). Jalan tol tersebut merupakan tol fungsional yang dibuka selama 24 jam hingga H+ 7 Lebaran.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) berkomitmen untuk menggratiskan biaya jalan tol. Hal ini dilakukan jika kondisi pintu keluar tol mengalami kemacetan sepanjang 5 kilometer (km).

Direktur Jenderal (Dirjen) Darat Kemhub Budi Setiadi mengatakan, hal ini sudah disepakati bersama dengan kementrian terkait dan pihak kepolisian. Tujuannya untuk mengurai kemacetan dan tidak menimbulkan kemacetan yang cukup parah.

“Kemarin sudah dilakukan pada saat di gate Kalisari - Tegal itu sekitar 3 Km macetnya, di lepas sekitar 10 meit dan kemudian di tutup kembali,” ujarnya saat di temui di posko mudik nasional, Senin (11/6/2018).

Budi menyebutkan, pada saat di lapangan menggratiskan biaya tol ini merupakan tanggung jawab penuh dan kewenangan dari kepolisian. Dengan cara ini cukup efektif untuk mengurai kemacetan.

Baca juga: Tol Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi I Dibuka Fungsional saat Musim Mudik Lebaran 2018

“Ini diberlakukan untuk semua gate tol ketika Lebaran dan termasuk akan di lakukan ketika arus balik akan di lakukan hal yang sama,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, dalam hal mengurai kemcetan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kepala staf kepresidenan.

“Kemarin (10/6/2018) di kepala staf kepresidenan pak Moeldoko mimpin rapat, ada kesepakatan key performance indicators (KPI), tidak boleh ada antrean lebih panjang dari 2 km. kalau lebih dari 2 km langsung dilakukan rekayasa lalu lintas,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Adapun rekayasa lalu lintas yang dilakukan yakni, pengalihan arus, contra flow terutama ketika terjadi antean panjang. Selain itu, hal ini juga merupakan tantangan BPJT sendiri terutama ketika malam hari, karena contra flow pada malam hari cukup berbahaya.

“Tetapi kalau mendesak sekali, sudah tidak bisa diatasi lagi, terpaksa lakukan contra flow di malam hari. Itu pun kalau memang sudah sangat emergency, kalau tidak kita cukup pengalihan. Tapi kalau siang hari, Jasa Marga langsung melakukan rekayasa melalui contra flow,” kata dia. (Arsy Ani Sucianingsih)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Jika terjadi kemacetan, Kementerian Perhubungan akan gratiskan biaya tol

 

Kompas TV Hingga Senin (11/6) malam arus penumpang mulai memadati Pelabuhan Merak, Banten.



 

 

Sumber
Komentar
Close Ads X