Banyak "Extra Flight", Ini yang Dilakukan AP II

Kompas.com - 12/06/2018, 09:10 WIB
Dirut Angkasa Pura II Muhammad Awaludin (baju hitam) bersama Eksekutif Genaral Manager Halim Perdanakusuma Pip Darmanto di Halim, Jakarta Timur, Senin (11/6/2018) STANLY RAVELDirut Angkasa Pura II Muhammad Awaludin (baju hitam) bersama Eksekutif Genaral Manager Halim Perdanakusuma Pip Darmanto di Halim, Jakarta Timur, Senin (11/6/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura memastikan pihaknya siap menangani banyaknya extra flight yang diberikan berbagai maskapai penerbangan saat mudik Lebaran.

Sejak awal arus mudik hingga Minggu (10/6/2018) malam, sudah ada 1.396 extra flight yang dioperasikan 15 bandara yang dikelola AP II. Oleh karena itu, kondisi infrstruktur dan fasilitas penunjang juga harus prima.

"Tingginya extra flight yang akan beroperasi akan menuntut operasional bandara juga maksimal," ujar Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (11/8/2018).

Awaluddin mengatakan, ada sejumlah hal yang dipersiapkan AP II selama masa mudik mulai H-8. Selain membuka posko mudik Lebaran di bandara, mereka juga mempersiapkan sumber daya manusia. Terutama menjelang peak season dan adanya extra flight. Oleh karena, kecukupan SDM dan kemampuan mereka menanganinya harus betul-betul disiapkan.

Baca juga: H-4 Lebaran, Penumpang Bandara AP II Melonjak 13 Persen Dibanding 2017

Kedua, kata Awaluddin, seminggu sebelum ada posko angkutan Lebaran, AP II melakukan proses general check up agar seluruh prosedur berkaitan dengan maskapai, operasi udara, dan handling transportasi publik bisa berjalan dengan efektif.

"Operasi harus dalam penerapan dan implementasi yang benar. Kita tidak mentolerir proses-proses yang tidak dilakukan dengan benar," kata Awaluddin.

Hal yang tak kalah penting diperhatikan berkaitan dengan infrastruktur dan fasilitas. Bandara harus menjamin ketersediaan infrastruktur di sisi udara, terminal, dan transportasi darat menuju bandara. Awaluddin mengatakan, baik infrastruktur maupun fasilitas harus andal karena tidak boleh berisiko.

"Katakanlah runway-nya ngelupas saat puncak. Pasti bahaya. Bandara bisa ditutup dan akan mengakibatkan delay panjang," kata Awaluddin.

Selain itu, bandara juga harus merawat infrastruktur listrik agar tidak padam. Hal lainnya yakni kebutuhan pelayanan harus terpenuhi sehingga kondisi yang diharapkan bisa berfungsi maksimal. Hingga H-4, 15 bandara AP II mengangkut 1,4 juta penumpang. Jumlah tersebut meningkat 13 persen dibandingkan musim mudik tahun lalu.

"Kami juga mencatat pergerakan pesawat di 15 bandara sudah melewati 8.000 pergerakan keluar masuk," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Earn Smart
Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Whats New
Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Whats New
Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Whats New
Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Whats New
Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Earn Smart
Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Whats New
Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Whats New
Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Whats New
KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

Whats New
Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Whats New
Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Whats New
Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Whats New
Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Whats New
IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.