Bangun PLTA Upper Cisokan, 800 Juta Dollar AS Dibenamkan

Kompas.com - 12/06/2018, 13:04 WIB
Ahmad Daryanto Ariyadi, General manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Bagian Tengah (JBT) I (tengah), sedang menjelaskan tentang PLTA Upper Cisokan. KOMPAS.com/Reni SusantiAhmad Daryanto Ariyadi, General manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Bagian Tengah (JBT) I (tengah), sedang menjelaskan tentang PLTA Upper Cisokan.

BANDUNG, KOMPAS.com - Investasi yang dibutuhkan untuk membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Upper Cisokan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencapai 800 juta dollar AS.

"Dananya dari loan sama PLN," ujar Ahmad Daryanto Ariyadi, General manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Bagian Tengah (JBT) I kepada Kompas.com di Bandung, belum lama ini.

Ahmad menjelaskan, saat ini proses pembangunan baru memasuki penyiapan infrastruktur jalan. Ia menargetkan, pembangunan jalan selesai pada pertengahan 2019.

"Rencananya PLTA bisa beroperasi tahun 2024-2025. Kapasitasnya 1.040 MW, cukup besar. Dan ini menggunakan teknologi pumped storage," tuturnya.

Baca juga: Penjualan Listrik ke Swasta dari PLTA Jatiluhur Naik 100 Persen

Di Indonesia, teknologi pumped storage baru pertama kali digunakan di PLTA Upper Cisokan. Namun di negara lain, seperti Eropa, sudah banyak digunakan.

Dengan teknologi ini, PLTA Upper Cisokan relatif tidak terpengaruh dengan air di hulu seperti PLTA konvensional. Sebab teknologi ini memungkinkan turbin memompa air.

"Turbin kalau malam beban puncak akan mengalirkan listrik dari Cisokan. Kalau siang hari, turbin berfungsi sebagai pompa, memindahkan air dari bawah ke atas. Airnya ya itu segitu," ungkapnya.

Mengenai pembebasan lahan, Ahmad mengatakan, bukanlah isu utama. Lahan untuk proyek sudah selesai, tinggal menyediakan lahan kompensasi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keukeuh Minta Kenaikan Upah, KSPI Bandingkan dengan Zaman Habibie

Keukeuh Minta Kenaikan Upah, KSPI Bandingkan dengan Zaman Habibie

Whats New
DPR: Kunjungan PM Jepang Harus Bisa Dimanfaatkan Pengusaha Nasional

DPR: Kunjungan PM Jepang Harus Bisa Dimanfaatkan Pengusaha Nasional

Whats New
PGN Pastikan Pengerjaan Pembangunan Pipa Rokan Selesai Tepat Waktu

PGN Pastikan Pengerjaan Pembangunan Pipa Rokan Selesai Tepat Waktu

Rilis
Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia Akan Habis dalam 9 Tahun

Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia Akan Habis dalam 9 Tahun

Whats New
Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak 'Kucing-kucingan' Lagi...

Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak "Kucing-kucingan" Lagi...

Whats New
Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Rilis
Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Whats New
Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Whats New
Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Rilis
BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

Whats New
Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Whats New
Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Whats New
Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Whats New
Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X