YLKI: Tol Trans Jawa Bukan Faktor Utama Kelancaran Mudik Tahun Ini - Kompas.com

YLKI: Tol Trans Jawa Bukan Faktor Utama Kelancaran Mudik Tahun Ini

Kompas.com - 12/06/2018, 14:25 WIB
Foto udara kendaraan pemudik melintas di ruas Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah, Senin (11/6/2018). Jalan tol tersebut merupakan tol fungsional yang dibuka selama 24 jam hingga H+7 Lebaran.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara kendaraan pemudik melintas di ruas Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah, Senin (11/6/2018). Jalan tol tersebut merupakan tol fungsional yang dibuka selama 24 jam hingga H+7 Lebaran.

JAKARTAKOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kelancaran arus mudik, khususnya di Pulau Jawa, bukan semata-mata disebabkan maraknya penggunaan ruas tol Trans-Jawa oleh pengguna kendaraan pribadi.

Pendorong utama kelancaran arus mudik adalah lamanya libur Lebaran yang ditetapkan pemerintah melalui keputusan cuti bersama

"Faktor dominannya adalah pemerintah memperpanjang libur Lebaran. Sejak awal perpanjangan libur Lebaran memang didekasikan untuk memperlancar arus lalu lintas," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi kepada Kompas.com, Selasa (12/6/2018).

Menurut Tulus, perpanjangan libur Lebaran membuat pemudik lebih leluasa mengatur perjalanan mudik.

(Baca: Pemerintah Putuskan Cuti Bersama Lebaran 2018 Tetap 7 Hari)

 

Jika masa libur Lebaran tidak diperpanjang seperti yang telah dilakukan saat ini, kemacetan potensial terjadi di beberapa wilayah.

"Jika ditelaah, keberadaan tol Trans Jawa, menurut prediksi Kakorlantas Irjen Royke Lumowa, akan memicu peningkatan aktivitas lalu lintas dan artinya kemacetan tidak terhindarkan. Bahkan, bisa lebih parah dari arus mudik Lebaran tahun 2017," ujarnya. 

Selain masa libur Lebaran yang lebih panjang dan keberadaan ruas tol Trans-Jawa, Tulus juga mengingatkan tentang dominannya pengguna kendaraan pribadi roda empat sebagai sarana mudik Lebaran tahun ini.

Mengacu data Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik dengan mobil pada 2017 sebanyak 3.190.000 unit, di mana pada 2018 data sementara meningkat jadi 3.720.000 unit.

(Baca: Kendaraan Pribadi Diprediksi Masih Mendominasi Arus Mudik Lebaran)

 

Adapun jumlah sepeda motor yang digunakan untuk mudik juga meningkat dari 6.390.000 pada 2017 menjadi 8.330.000 unit pada 2018, menurut data sementara.

Sejumlah  pemudik saat di dalam kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (10/6/2018). Puncak arus mudik di Stasiun Pasar Senen diperkirakan jatuh pada 13 Juni 2018 atau H-2 Idul Fitri.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Sejumlah pemudik saat di dalam kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (10/6/2018). Puncak arus mudik di Stasiun Pasar Senen diperkirakan jatuh pada 13 Juni 2018 atau H-2 Idul Fitri.

Menurut Tulus, salah satu indikator keberhasilan mudik Lebaran seharusnya mengacu pada tingginya penggunaan angkutan umum, bukan kendaraan pribadi.

 

Dengan kondisi itu, YLKI mengingatkan potensi risiko kecelakaan yang mungkin timbul dari maraknya penggunaan kendaraan pribadi untuk mudik.

"Risikonya makin tinggi dan potensi korban fatal laka lantas akan meningkat. Ingat, 76 persen laka lantas selama mudik Lebaran selalu melibatkan pengguna kendaraan pribadi, terutama sepeda motor," katanya.


Komentar
Close Ads X