Laris Manis Kereta Sleeper - Kompas.com

Laris Manis Kereta Sleeper

Kompas.com - 13/06/2018, 08:17 WIB
Penumpang menaiki gerbong sleeper kelas luxury yang mulai dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggunakan kereta Argo Bromo Anggrek tujuan Jakarta-Surabaya, di Stasiun Kota, Jakarta, Selasa (12/6/2018). Dengan harga tiket Rp 900 ribu, penumpang mendapatkan pelayanan kelas bisnis di pesawat yaitu kursi tunggal yang dapat direbahkan 170 derajat, sandaran kaki, hingga TV 12 inchi dengan headset.TRIBUNNEWS/HERUDIN Penumpang menaiki gerbong sleeper kelas luxury yang mulai dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggunakan kereta Argo Bromo Anggrek tujuan Jakarta-Surabaya, di Stasiun Kota, Jakarta, Selasa (12/6/2018). Dengan harga tiket Rp 900 ribu, penumpang mendapatkan pelayanan kelas bisnis di pesawat yaitu kursi tunggal yang dapat direbahkan 170 derajat, sandaran kaki, hingga TV 12 inchi dengan headset.

JAKARTA, KOMPAS.com - Layanan kereta sleeper yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia ( KAI) mendapat respon positif dari masyarakat.

Baru dijual sehari, tiket sudah ludes terjual hingga hari Lebaran. Bahkan, untuk setelah Lebaran, tiket hanya tersisa beberapa. Padahal, calon penumpang harus merogoh kocek lebih dalam untuk naik kereta tersebut.

PT KAI menjual tiket kereta sleeper seharga Rp 900.000 per penumpang untuk harga promo. Tarif promo tersebut untuk keberangkatan 12-25 Juni 2018. Kereta ini tak hanya diperuntukkan untuk mudik, tapi juga di hari-hari biasa.

"Harganya Rp 900.000 untuk tes pasar, melihat masyarakat minat apa enggak untuk naik ini," ujar Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (13/6/2018).

Gerbong kereta sleeper menempel di rangkaian kereta Argo Anggrek relasi Stasiun Gambir-Stasiun Surabaya Pasar Turi. Setiap kereta menampung 18 penumpang.

PT INKA memproduksi empat kereta sleeper untuk rute Jakarta-Surabaya dan sebaliknya. Ke depannya, jika animo masyarakat sangat tinggi terhadap kereta sleeper, KAI akan mengoperasikan kereta sleeper untuk jurusan lain seperti Yogyakarta, Malang, Solo, hingga Purwokerto.

Edi mengatakan, sesuai namanya, kereta sleeper akan membuat penumpangnya nyaman untuk beristirahat dan tidur selama perjalanan yang jarak tempuhnya jauh.

"Sehingga pas sampai tujuan mereka bisa fresh, bisa kembali bekerja atau beraktivitas," kata Edi.

Fasilitas

Kereta sleeper dilengkapi fasilitas layaknya pesawat kelas bisnis. Kursinya bisa direbahkan hingga 170 derajat dan ada sandaran kaki yang nyaman. Selain itu, penumpang bisa sambil mendengarkan musik dan menonton film dari layar 12 inchi yang terpasang di depannya.

Ada pula meja makan lipat dan panel di bagian sandaran tangan di sebelah kanan. Panel tersebut untuk mengoperasikan kursi dan tombol untuk lampu kecil. Di atas panel, ada lubang listrik untuk mengisi daya baterai. Masih di sisi kanan, terdapat satu kotak penyimpanan dari bahan kayu yang dipoles mengkilat beserta kuncinya.

Fasilitas loker dan tempat cas alat elektronik yang ada di KA Argo Bromo Anggrek jenis Sleeper rute Stasiun Gambir - Stasiun Surabaya Pasarturi pada Selasa (12/6/2018). RIMA WAHYUNINGRUM Fasilitas loker dan tempat cas alat elektronik yang ada di KA Argo Bromo Anggrek jenis Sleeper rute Stasiun Gambir - Stasiun Surabaya Pasarturi pada Selasa (12/6/2018).

Semua fasilitas itu bisa dinikmati secara privat di masing-masing kursi penumpang. Selain itu, juga terdapat lampu buzzer untuk penumpang memanggil kru kereta.

"Kami juga memberikan makanan, minuman, snack, itu gratis," kata Edi.

Antusias

Para penumpang pertama kereta sleeper mengaku excited dengan pengalaman baru mereka naik kereta menuju kampung halaman. Sebanyak 18 penumpang naik dari Stasiun Gambir pada Selasa (12/6/2018) pagi menuju Stasiun Pasar Turi dan 18 lainnya naik untuk rute sebaliknya.

Endah (36), salah satu penumpang, mengaku sengaja menggunakan kereta sleeper untuk mudik karena penasaran ingin mencoba. Ia melihat di media sosial banyak yang memposting soal kereta tersebut. Ia pernah mencoba naik kereta Taksaka kelas prioritas.

Namun, kereta sleeper terlihat jauh lebih mewah. Penempatan kursi layaknya kelas bisnis pesawat terbang. Menurut dia, perjalanan akan lebih menyenangkan jika penumpang bisa beristirahat dengan nyaman di kereta. Apalagi waktu tempuh ke kampung halaman menggunakan kereta lebih lama dibandingkan naik pesawat.

"Walaupun lebih lama tapi, ya, nyantai saja. Fasilitas kayak begini kan enak untuk perjalanan jauh," kata dia.

Menurut Endah, harga Rp 900.000 untuk harga promo tidak terlalu mahal karena sepadan dengan fasilitas yang didapatkan. Namun, jika harganya lebih tinggi, menurut dia harganya akan terlalu mahal.

Sementara itu, Syahweri (39), mengaku puas mengajak enam anggotankeluarganya mudik dengan kereta tersebut. Apalagi, tempat duduknya yang bisa direbahkan dirasa sangat nyaman.

"Bagus ya (keretanya), agak kaget juga," kata Syahweri.

Syahweri mengaku selama ini ia mudik menggunakan moda transportasi udara. Untuk kembali ke Jakarta, Syahweri dan keluarga juga akan kembali menggunakan kereta sleeper.

Kenyamanan kereta sleeper juga dirasakan Aditya (22), warga Gambir. Menurut dia, fasilitas yang tersedia cukup bagus dan nyaman mengingat perjalanan yang ditempuh bisa mencapai belasan jam.

Kereta sleeper, kata dia, salah satu inovasi terbaik dari PT KAI karena tidak membuat pemudik kelelahan.

"Fasilitasnya bagus sekali, hampir mirip seperti fasilitas pesawat. Ini baru pertama kali ada di Indonesia," kata Aditya.


Close Ads X