Antisipasi Pemudik, Bandara Semarang dan Yogyakarta Buka 24 Jam

Kompas.com - 13/06/2018, 13:24 WIB
Pintu keberangkatan depan terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang, Kamis (7/6/2018) PT Angkasa Pura I/ Arief HaryantoPintu keberangkatan depan terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang, Kamis (7/6/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta dibuka 24 jam selama musim mudik Lebaran.

Jam operasional ditambah mulai 8-25 Juni 2018 atau H-8 hingga H+10. Dalam keadaan normal, jam operasional Bandara Ahmad Yani Semarang adalah 05.00-21.00 WIB. Sedangkan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta adalah 05.00-00.00 WIB. Perpanjangan jam operasional tersebut dilakukan untuk menampung pergerakan pesawat yang melakukan extra flight.

Oleh karena itu, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menegaskan bahwa operator penerbangan baik itu maskapai, Angkasa Pura I, dan AirNav Indonesia harus melakukan antisipasi keselamatan, keamanan dan pelayanan baik itu untuk penerbangan maupun penumpang.

"Untuk itu saya minta para operator bandara untuk secara ketat melaksanakan prosedur standar operasi yang sudah ditetapkan agar keselamatan, keamanan dan kenyamanan tetap terjaga," kata Agus melalui keterangan tertulis, Rabu (13/5/2018).

Apalagi penerbangan ekstra dilakukan pada jam-jam yang tidak biasa sebagaimana jadwal keberangkatan pada hari normal. Bandara di Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya merupakan yang paling banyak menerima kedatangan ekstra flight, terutama dari Jakarta.

Agus mengatakan, salah satu pendukung terlaksananya standar prosedur operasi yang baik adalah dengan menyiapkan tambahan sumber daya manusia atau personil yang bertugas di lapangan. Misalnya, untuk aviation security (avsec), ground handling maskapai, dan sebagainya. Personil tambahan tersebut harus mempunyai kualifikasi yang sama dengan personil yang bertugas reguler.

Agus juga menyarankan para operator melakukan improvisasi, terutama dalam hal pelayanan kepada penumpang pada jam-jam kritis seperti tengah malam.

"Operator bandara bisa melakukan improvisasi menyediakan atraksi atau layanan khusus agar penumpang betah di bandara selama menunggu jemputan dari sanak saudaranya sehingga tidak berkeliaran ke mana-mana," kata Agus.

Selain itu, jika penumpang ingin melanjutkan perjalanan darat dengan angkutan umum, pengelola bandara harus menambah angkutan umum dan mengeceknya untuk memastikan jumlahnya mencukupi. Opertaor juga harus mrnjamin keselamatan penumpang tersebut di angkutan umum.

"Malam hari itu kan waktu yang rawan untuk bepergian naik angkutan umum. Apalagi biasanya pemudik itu membawa barang bawaan yang banyak," kata Agus.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.