The Fed Naikkan Suku Bunga, Wall Street Ditutup Merah

Kompas.com - 14/06/2018, 06:28 WIB
Ilustrasi New York Stock Exchange Thinkstockphotos.comIlustrasi New York Stock Exchange

NEW YORK, KOMPAS.com - Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, berada di bawah tekanan selepas Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) seperti yang telah diperkirakan, memutuskan untuk meningkatkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (25 bps) pada Rabu, (13/6/2018).

Dow Jones Industrial Average anjlok 119,5 poin menjadi 25.201,20. Sementara S&P 500 turun 11,22 poin menjad 2.775,63, adapun indkes Nasdaq Composite kehilangan 8,09 poin menjadi 7.695,70.

The Fed pun berencana akan kembali menaikkan suku bunga sebanyak 2 kali tahun ini, sehingga, secara keseluruhan, The Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak 4 kali sepanjang tahun 2018. Adapun sampai hari Rabu ini, The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak 2 kali.

Sebelum keputusan The Fed dipublikasikan, harga saham-saham di Wall Street cenderung datar dan sempat meningkat. Namun, begitu keputusan The Fed keluar, hampir seluruh harga saham turun.

Sementara, untuk imbal hasil (yield) obligasi Treasury 10 tahun dan 2 tahun semakin mengerucut setelah keluarnya keputusan FEd, jatuh ke titik terendahnya selama 11 tahun belakangan. Jarak imbal hasil yang semakin tipis merefleksikan kekhawatiran investor mengenai niatan The Fed menambah kemungkinan untuk kembali meningkatkan suku bunganya.

"The Fed telah mengkomunikasiksan kenaikan (suku bunga) ini selama berbulan-bulan, sama sekali tidak mengejutkan. Tetapi, kepastian untuk menaikkan suku bunga sebanyak 4 kali merupakan berita besar - akan menarik untuk melihat sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti finansial dan konsumen akan mendapatkan kebijakan menguntungkan dari fase yang cukup cepat ini," ujar Vice President of Investment Strategy di E Trade Mike Loewengart.

"Ini juga menunjukkan, The Fed akan meningkatkannya (suku bunga) di pertengahan tahun ini, dan akan menimbulkan dampak yang cukup besar pada 2019 mendatang." lanjut dia.

The Fed juga meningkatkan predisi pertumbuhan AS, dari sebelumnya 2,7 persen, kini The Fed memrediksi PDB AS akan mencapai 2,8 persen.

Adapun di sektor komoditas, emas diperdagangan lebih rendah, sementara minyak diperdagangan lebih tinggi menjadi 66,64 dollar AS per barrel. US Energy Information Administration mengeluarkan laporan, pada Rabu (13/6/2018), pasokan minyak AS turun hingga 4,1 juta barrel per 8 Juni 2018 lalu.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waskita Jual 30 Persen Saham Tol Medan-Tebing Tinggi ke Investor Asing

Waskita Jual 30 Persen Saham Tol Medan-Tebing Tinggi ke Investor Asing

Whats New
IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Merosot 20 Dollar AS, Harga Emas Turun ke Level Terendah 11 Bulan

Merosot 20 Dollar AS, Harga Emas Turun ke Level Terendah 11 Bulan

Whats New
Sri Mulyani Sebut Tingkat Konsumsi 30 Persen Penduduk Termiskin RI Sudah Berangsur Pulih

Sri Mulyani Sebut Tingkat Konsumsi 30 Persen Penduduk Termiskin RI Sudah Berangsur Pulih

Whats New
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik hingga Juni 2021 Tidak Naik, Ini Rinciannya

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik hingga Juni 2021 Tidak Naik, Ini Rinciannya

Whats New
Mau Bisnis Makanan? Simak Dulu 7 Tips Ini

Mau Bisnis Makanan? Simak Dulu 7 Tips Ini

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Tarif Listrik PLN Periode April-Juni 2021 |  Kekayaan Elon Musk Hilang Rp 378 Triliun

[POPULER MONEY] Tarif Listrik PLN Periode April-Juni 2021 | Kekayaan Elon Musk Hilang Rp 378 Triliun

Whats New
Di Depan Ratu Belanda, Sri Mulyani Paparkan Masalah Kesenjangan Akses Keuangan Perempuan RI

Di Depan Ratu Belanda, Sri Mulyani Paparkan Masalah Kesenjangan Akses Keuangan Perempuan RI

Whats New
Contoh Daftar Riwayat Hidup dengan Format yang Baik dan Benar

Contoh Daftar Riwayat Hidup dengan Format yang Baik dan Benar

Work Smart
Amankan Pasokan Bawang Merah Saat Lebaran, Sang Hyang Seri Gandeng PT Alami Orion Agrotama

Amankan Pasokan Bawang Merah Saat Lebaran, Sang Hyang Seri Gandeng PT Alami Orion Agrotama

Whats New
Simulasi KPR di 4 Bank BUMN, Mudah dan Akurat

Simulasi KPR di 4 Bank BUMN, Mudah dan Akurat

Spend Smart
Bisnis Resto Terempas, Virtual Dining Concept Sebuah Solusi?

Bisnis Resto Terempas, Virtual Dining Concept Sebuah Solusi?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Tips Membeli Rumah Pertama | Aspek Penting Membangun Tangga di Hunian Kecil | Mengenali Tanda Serangan Rayap di Rumah

[KURASI KOMPASIANA] Tips Membeli Rumah Pertama | Aspek Penting Membangun Tangga di Hunian Kecil | Mengenali Tanda Serangan Rayap di Rumah

Rilis
Ekonom: Kalau Enggak Mau Kebanjiran Impor, Jangan Ikut Kerja Sama Dagang!

Ekonom: Kalau Enggak Mau Kebanjiran Impor, Jangan Ikut Kerja Sama Dagang!

Whats New
Waskita dan HK Siap Lepas Ruas Tol yang Dikelola untuk LPI

Waskita dan HK Siap Lepas Ruas Tol yang Dikelola untuk LPI

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X