Bank Dunia Beri Pinjaman 150 Juta Dollar AS untuk Program Kesehatan di NTT, Maluku, dan Papua - Kompas.com

Bank Dunia Beri Pinjaman 150 Juta Dollar AS untuk Program Kesehatan di NTT, Maluku, dan Papua

Kompas.com - 14/06/2018, 11:05 WIB
Ilustrasi dollar ASSHUTTERSTOCK Ilustrasi dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia pada Rabu (13/6/2018) waktu Washington menyetujui pinjaman baru sebesar 150 juta dollar AS untuk Indonesia Supporting Primary Health Care Reform (I-SPHERE).

Kegiatan itu dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Indonesia Sehat, di mana akan fokus pada tiga provinsi tertinggal di Indonesia.

"Program dengan pinjaman 150 juta dollar AS ini akan fokus di Indonesia Timur, tepatnya di Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua, yang saat ini sedang menghadapi tantangan ketidakmerataan pada hasil upaya kesehatan dan akses pelayanan kesehatan primer yang bermutu," kata World Bank Senior Health Specialist Vikram Rajan melalui keterangan tertulis, Kamis (14/6/2018).

Rajan menjelaskan, dukungan Bank Dunia diharapkan bisa menangani isu kesehatan di tiga provinsi tersebut berupa angka kematian anak di bawah 5 tahun, malnutrisi kronis, atau stunting.

Secara lebih luas, Bank Dunia juga memastikan komitmennya untuk mendukung jaminan kesehatan universal dengan perbaikan tata kelola, akses terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, dan pendanaan sektor kesehatan.

World Bank Country Director untuk Indonesia dan Timor Leste Rodrigo A Chaves mengungkapkan, kondisi sektor kesehatan di Indonesia telah meningkat ke arah yang lebih baik dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu terlihat dari peningkatan angka harapan hidup dan penurunan angka kematian anak di bawah 5 tahun, dari 46 per 1.000 kelahiran pada 2002 menjadi 32 per 1.000 kelahiran pada 2017.

Selain itu, Indonesia juga memiliki angka tertinggi di dunia untuk program asuransi kesehatan sosial pembayar tunggal, yaitu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Chaves memprediksi, seluruh orang di Indonesia akan terlindungi melalui program JKN ini pada 2019 mendatang.

"Kinerja layanan kesehatan primer yang lebih baik akan meningkatkan tingkat kesehatan dari negara ini, yang merupakan komponen kunci dari modal manusia yang penting untuk kesuksesan Indonesia," tutur Chaves.

Adapun isu kesehatan lain yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah, menurut Chaves, adalah angka kematian ibu atau perempuan yang meninggal akibat proses kehamilan, persalinan, atau setelah melahirkan yang mencapai 126 per 100.000 kelahiran. Angka ini disebut dekat dengan angka rata-rata negara berpenghasilan rendah di dunia.

Selain itu, Indonesia juga punya beban Tuberculosis kedua tertinggi di dunia, di mana hal itu jadi lebih dari 10 persen penyebab kematian dini di Indonesia. Tuberculosis mendesak untuk ditangani juga karena sebagian besar hanya satu dari tiga kasusnya yang terdeteksi.



Close Ads X