Ramadhan Kini Tak Jadi Momen Utama Penjualan Mobil - Kompas.com

Ramadhan Kini Tak Jadi Momen Utama Penjualan Mobil

Kompas.com - 14/06/2018, 15:35 WIB
Ilustrasi: Deretan mobil bekas yang dijual di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Ilustrasi: Deretan mobil bekas yang dijual di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Dalam dua tahun terakhir, perilaku masyarakat dalam membeli kendaraan berubah. Jika dulu konsumen berbondong-bondong membeli mobil untuk Lebaran, dua tahun belakangan ini tidak.

Manajer Operasional Honda Bandung Center (HBC) selaku diler utama mobil Honda Jabar-Banten, Junianto Naibaho mengatakan, jika berkaca 4 atau 5 tahun lalu, pertumbuhan pasar menjelang Lebaran mencapai 35-40 persen.

Begitu pun 3 tahun lalu, pertumbuhan pasar saat Ramadhan mencapai 32 persen.

Baca: Pangsa Pasar Mobil Turun, Ini Kata Astra International

"Pertumbuhan itu menjadi momentum untuk pasar otomotif. Tapi tidak sekarang," ujar Naibaho kepada Kompas.com, Kamis (14/6/2018).

Namun dua tahun terakhir, terjadi penurunan. Ramadhan 2018 ini, pasar Honda naik 7,9 persen lebih tinggi dibanding pasar mobil di kawasan Jabar-Banten saat Ramadhan yang hanya tumbuh 6,7 persen.

Meski lebih tinggi dari angka pertumbuhan pasar Jabar-Banten, namun jika dibandingkan dengan pertumbuhan pasar 4-5 tahun lalu, jumlah ini tentu kecil.

"Kami akui belum capai target, masih kurang 1 persen. Tapi masih ada bulan Juni, kami berharap di bulan Juni," tuturnya.

Kecilnya pertumbuhan pasar saat Ramadhan, sambung Junianto, bukan hanya terjadi tahun ini. 2017 lalu, hal serupa terjadi. Namun ada yang unik di tahun 2016 dan 2017.

"Dua tahun terakhir di 2016-2017, penjualan meningkat tajam di Desember. Tahun ini kemungkinan hal serupa terjadi," ungkapnya.

Fenomena itu pula yang membuat Junianto memperkirakan ada pergeseran perilaku masyarakat dalam membeli mobil. Jika dulu bertumpu di bulan-bulan menjelang Ramadhan, saat ini justru di akhir tahun.

"Sekarang terlihat customer lebih membelanjakan uangnya ke travelling dan berpendapat membeli mobil lebih terjangkau saat akhir tahun," ucapnya.



Close Ads X