Rusia dan Arab Saudi Bahas Minyak di Sela Pertandingan Piala Dunia - Kompas.com

Rusia dan Arab Saudi Bahas Minyak di Sela Pertandingan Piala Dunia

Kompas.com - 15/06/2018, 00:56 WIB
Barisan prajurit VDV (pasukan penerjun elite Rusia) berbaris menuju Red Square di pusat kota Moscow jelang perayaan Russia Day pada 12 Juni 2018.
TABLOID BOLA/HERKA YANIS PANGARIBOWO Barisan prajurit VDV (pasukan penerjun elite Rusia) berbaris menuju Red Square di pusat kota Moscow jelang perayaan Russia Day pada 12 Juni 2018.


MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman akan bertemu di sela-sela pertandingan Piala Dunia untuk membahas rencana peningkatan produksi minyak global.

Usai upacara pembukaan yang dimeriahkan oleh Robbie Williams, penyanyi asal Inggris, dan Aida Garifullina, penyanyi opera ternama di Rusia, pertandingan perdana Piala Dunia 2018 antara Rusia dan Arab Saudi digelar Kamis (14/6/2018).

Bloomberg yang dikutip Kontan.id melansir, Rusia dan Arab Saudi akan meningkatkan produksi minyak global setelah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada Iran dan ambruknya industri minyak Venezuela.

"Ini menjadi pertemuan OPEC yang paling politis," kata chief oil analyst Energy Aspects Ltd, Amrita Sen.

(Baca: Menteri Arab Saudi: Pertemuan dengan Rusia akan Tentukan Kuota OPEC)

Sebelumnya, dua produsen minyak terbesar di dunia yang tergabung dalam OPEC+ telah mengusulkan untuk menambah produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari.

Meskipun pihak Arab Saudi lebih suka peningkatan yang lebih kecil demi mempertahankan harga minyak dunia di level tertinggi.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak menyatakan, kedua negara bersepakat untuk meningkatkan produksi minyak secara bertahap. Sedangkan, waktu untuk merealisasikan rencana keduanya masih dibahas.

"Peningkatan produksi oleh empat produsen utama (Kuwait, Rusia, Arab Saudi dan UEA) tidak terelakkan," kata Ed Morse, kepala penelitian komoditas Citigroup Inc.

(Baca: Ada Peluang Pasokan Bertambah, Harga Minyak Dunia Kembali Turun)

Pertemuan Rusia dan Arab Saudi menjadi langkah awal sebelum OPEC menggelar pertemuan di Wina pada 22 Juni 2018.

Sebelumnya, pada 2016, OPEC dan Rusia yang dikenal dengan OPEC+ telah menandatangi kesepakatan untuk memangkas produksi minyak dunia sebesar 1,8 juta barel per hari.

Kesepakatan itu dibuat untuk mendongkrak harga dan mengimbangi produksi minyak AS yang terus bertambah. (Anna Suci Perwitasari/ Dupla Kartini)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.id dengan judul: Diplomasi Minyak di Sela-sela Piala Dunia


Komentar
Close Ads X