Uang Palsu yang Beredar Selama Lebaran Kali Ini Sedikit Sekali

Kompas.com - 15/06/2018, 18:05 WIB
Satuan Reskrim Polres Blora menunjukkan uang palsu pecahan Rp 50.000 senilai Rp 1,4 juta, Jumat (20/4/2018). Dokumen Polres BloraSatuan Reskrim Polres Blora menunjukkan uang palsu pecahan Rp 50.000 senilai Rp 1,4 juta, Jumat (20/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyebutkan jumlah uang palsu yang beredar selama periode Lebaran tahun ini sangat sedikit, bahkan menurun dibanding tahun lalu.

Hal itu disebabkan salah satunya karena masyarakat semakin mengenali dan memahami ciri-ciri khas uang keluaran BI dengan yang palsu.

"( Uang palsu) masih relatif terkendali, pada level 3 lembar per 1 juta lembar uang yang beredar. Jadi, dalam 1 juta lembar uang, ada 3 lembar uang palsu," kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi di rumah Gubernur BI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/6/2018).

Menurut Suhaedi, peredaran uang palsu pada Lebaran tahun 2017 sebanyak 9 lembar dari 1 juta lembar uang yang beredar.

(Baca: BI: Setiap Rp 1 Juta yang Beredar Ada 3 Uang Palsu)

Penurunan jumlah uang palsu ini diyakini masih akan terus berlangsung, sejalan dengan kesadaran masyarakat untuk mengenal ciri-ciri dan keaslian rupiah melalui metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang.

"Masyarakat begitu cepat mengenali. Temuan uang palsu sebagian besar berasal dari masyarakat yang begitu cepat tahu saat menerima pembayaran dari seseorang, diduga palsu, dan sudah dilaporkan," ujarnya.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia SuhaediKOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Suhaedi

Peredaran uang palsu umumnya banyak ditemukan BI di Pulau Jawa. Adapun jenis uang yang paling banyak dipalsukan menurut Suhaedi adalah uang kertas pecahan nominal besar.

Suhaedi turut mengimbau agar masyarakat yang sering melakukan penukaran uang pecahan kecil agar melakukannya di kas-kas keliling BI maupun di kantor cabang masing-masing bank.

Imbauan itu disampaikan agar masyarakat tidak menukar uang di sembarang tempat, dengan risiko kurangnya jumlah uang yang ditukar hingga keaslian rupiah yang diragukan.

"Silakan menukar di BI, di bank-bank, sehingga terhindar dari risiko jumlah yang tidak sesuai dan tidak ada risiko uang palsu, sama tidak dikenakan biaya tambahan," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X