Kompas.com - 19/06/2018, 10:07 WIB
Pendiri Apple Steve Jobs memamerkan amplop kertas yang berisi MacBook Air pada 15 Januari 2007 di gelaran tahunan MacWorld. ist.Pendiri Apple Steve Jobs memamerkan amplop kertas yang berisi MacBook Air pada 15 Januari 2007 di gelaran tahunan MacWorld.
Penulis Mutia Fauzia
|

NEW YORK, KOMPAS.com - Sebagai pendiri Apple, Steve Jobs telah menghasilkan kekayaan sepanjang hidupnya. Perusahaannya ini, kini bahkan menjadi perusahaan dengan nilai paling mahal di dunia.

Tetapi bagi Jobs, irinya tidak pernah bekerja untuk menjadi kaya.

"Aku dapat menghasilkan ebih dari 1 juta dollar AS di usiaku yang ke-23, kemudian lebih dari 10 juta dollar AS aku hasilkan diusiaku yang ke-24. Dan aku dapat menhasilkan lebih dari 100 juta dollar As saat aku berusia 25 tahun, dan itu tidak begitu penting." ujarnya dalam sebuah dokumenter di tahun 1996.

Steve Jobs mendirikan Apple pada tahun 1976 saat usianya 21 tahun, dan dirinya tidak pernah melakukan itu untuk uang.

Bahkan seiring dengan perjalanan karirnya, ketika Jobs berada dalam kondisi kesulitan uang, dirinya tetap teguh pada pendiriannya. Sebagai contoh, ketika terjadi volatilitas terhadap harga saham Apple di tahun 1980-an, Jobs menghabiskan 250 juta dollar AS, dan dia mengatakan kepada majalah Playboy bahwa dirinya tidak peduli.

"Aku tidak akan membuat hal ini menghancurkan hidupku," ujarnya dalam wawancara kepada Playboy pada tahun 1985, dikutip melalui CNBC.

Toko AppleSHUTTERSTOCK Toko Apple

"Bukankah ini lucu? Aku menganggap uang sebagai hal yang lucu, semua perhatian ditujukan kepada uang, karena itu bukanlah hal yang paling berarti yang pernah terjadi di hidupku dalam kurun waktu 10 tahun belakangan," ujar Jobs.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Faktanya, Jobs selalu menghindar untuk memprioritaskan kekayaan, menurut Walter Isaacson yang telah melakukan lebih dari 40 wawancara dengan Jobs untuk bukunya yang berjudul "Steve Jobs". Bahkan selepas Jobs menjadi miliarder, menikah, dan memiliki anak, Steve Jobs memiliki kecenderungan untuk menghindari gaya hidup mewah.

"Rumahnya di Palo Alto adalah sebuah rumah yang berada pada sisi jalan yang normal, tidak ada jalan masuk yang berliku atau pagar keamanan besar," ujar Isaacson.

"Anda bisa berjalan ke taman di gerbang belakang dan membuka pintu belakang ke dapur yang tidak dikunci. Rumahnya adalah rumah keluarga pada umumnya," lanjut Isaacson.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.