Apa Saja Syarat untuk Mengajukan Pembiayaan Fintech?

Kompas.com - 22/06/2018, 06:06 WIB

KOMPAS.com - Financial technology (fintech) atau Tekfin (Teknologi Finansial) di Indonesia telah berkembang pesat dengan berbagai ragam produk yang ditawarkan seperti produk perbankan, asuransi, pembiayaan, dan investasi yang dipasarkan menggunakan teknologi.

Industri Tekfin diharapkan dapat terus berinovasi untuk meningkatkan akses produk keuangan bagi masyarakat atau sering disebut juga dengan inklusi keuangan.

Berdasarkan data dari World Bank Findex 2018, hingga tahun 2017 inklusi keuangan di Indonesia baru tercapai 49 persen dimana target pemerintah pada tahun 2019 harus mencapai 75 persen.

Di sektor produk pinjaman, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan jumlah peminjam dana yang memanfaatkan jasa perusahaan tekfin terus bertambah. Hingga kuartal I 2018, jumlah peminjam di perusahaan tekfin berbasis P2P Lending mencapai 1,032 juta orang dengan nilai pinjaman tercatat mencapai Rp 4,7 triliun.

Baca juga: 5 Layanan Tekfin yang Patut Diperhatikan di 2018

Sifat tekfin yang fleksibel, market driven dan transparan diharapkan mampu meningkatkan kemudahaan akses ke lembaga Institusi keuangan bagi masyarakat. Dukungan pemerintah juga sudah menunjukan kearah yang positif dengan terbitnya berbagai aturan dan juga peningkatan infrastruktur untuk mendukung operational perusahaan tekfin.

Tak terbantahkan, kesiapan regulasi dan infrastruktur ini juga akan berdampak pada kelancaran pengajuan pembiayaan melalui perusahaan Tekfin. Kemudahan dan keamanan tentu menjadi idaman masyarakat yang membutuhkan pinjaman cepat.

Dari sisi perusahaan pembiayaan, persetujuan pembiayaan memerlukan data dan profil calon nasabah yang lebih baik agar tepat sasaran.

Berikut ini kelengkapan dokumen dan informasi untuk mengajukan pembiayaan:
1. Dokumen Pribadi (DP) dan Dokumen Aset (DA)
- (DP) Dokumen identitas pribadi seperti fotocopy KTP, KK atau Akta Nikah.
- (DP) Dokumen domisili seperti PBB atau Sertifikat Rumah, Surat Sewa (apabila kontrak rumah).
- (DP) Dokumen pekerjaan / penghasilan seperti slip gaji, laporan Keuangan atau Salinan tabungan.
- (DA) Dokumen kepemilikan jaminan seperti BPKB (jaminan kendaraan), SHM (jaminan rumah) dan SIUP/SKU (jaminan Usaha).

2. Informasi Tambahan
-  Usia calon nasabah antara 21 – 65 tahun atau sudah menikah dan memiliki penghasilan
- Pernyataan persetujuan pasangan (suami / istri) bagi yang sudah menikah
- Pernyataan persetujuan orang tua (sebagai penjamin) bagi yang belum menikah dan asset (jaminan) masih atas nama orang tua.
- Menentukan tujuan pembiayaan seperti pengembangan usaha atau memenuhi kebutuhan konsumtif (renovasi rumah, liburan, biaya sekolah, dan lain sebagainya).

3. Kondisi yang masih dapat dipertimbangan untuk pengajuan pinjaman:
- Pajak Kendaraan yang tertunggak (mati)
- Kepemilikan aset belum atas nama sendiri / aset masih atas nama orang lain
- Kepemilikan NPWP (untuk pinjaman yang lebih dari Rp 50 juta )

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.