Ini Perbedaan Obligasi dan MTN yang Menjadi Aset Dasar Reksa Dana

Kompas.com - 22/06/2018, 07:09 WIB
Ilustrasi investasithinkstockphotos Ilustrasi investasi

KOMPAS.com - Obligasi dan Medium Term Notes ( MTN) adalah jenis surat berharga berbasis hutang yang diperbolehkan menjadi aset dasar reksa dana. Berikut ini adalah hal yang membedakan Obligasi dengan MTN

Waktu Jatuh Tempo
Sebagai surat berharga berbasis utang, baik Obligasi maupun MTN memiliki waktu jatuh tempo. Perbedaannya adalah jatuh tempo obligasi bervariasi antara 370 hari hingga 30 tahun. Sementara untuk MTN biasanya hanya berkisar antara 1 – 5 Tahun

Penerbit
Penerbit dari Obligasi umumnya bisa berupa pemerintah dan korporasi, sementara penerbit dari MTN hanya korporasi saja. Tidak tertutup kemungkinan perusahaan menerbitkan MTN dan Obligasi sekaligus.

Jaminan
Obligasi sesuai dengan informasi yang tercantum dalam prospektusnya, ada yang dijamin dengan aset secara spesifik, tanpa jaminan khusus (clean basis), dan tanpa jaminan sama sekali (obligasi subordinasi). Sementara untuk MTN, umumnya berbentuk clean basis.

Yang dimaksud dengan clean basis biasanya jaminannya bukan aset perusahaan yang telah dijadikan jaminan. Misalkan suatu perusahaan memiliki aset dalam bentuk gedung yang sudah dijaminkan ke bank, maka ketika terjadi gagal bayar, hasil penjualan dari gedung tersebut tidak dapat dibayarkan kepada pemegang obligasi atau MTN.

Baca juga: Mengenal Reksa Dana Terproteksi

Metode Penawaran
Obligasi ditawarkan melalui mekanisme penawaran umum. Yang dimaksud dengan penawaran umum adalah penawaran menggunakan media massa atau ditawarkan kepada lebih dari 100 pihak dan telah terjual kepada lebih dari 50 pihak. Sementara MTN ditawarkan secara terbatas dan dimiliki maksimal 49 pihak.

Skema penawaran umum pada obligasi memiliki persyaratan yang lebih ketat dan proses yang lebih panjang bagi perusahaan dibandingkan penawaran MTN yang hanya ke pihak tertentu.

Rating / Peringkat Efek
Risiko terbesar dari surat hutang adalah risiko jika terjadi gagal bayar. Untuk memudahkan masyarakat dalam menilai risiko gagal bayar, salah satu indikator yang digunakan adalah rating atau peringkat yang diterbitkan oleh perusahaan pemeringkat efek seperti PT. PEFINDO atau PT. Fitch Rating Indonesia.

Standar rating adalah kategori Investment Grade (Layak Investasi) dari AAA, AA, A dan BBB dan Non Investment Grade (Tidak Layak Investasi) dari BB, B, CCC, CC, C dan Default.

Dalam banyak kasus, biasanya rating antara obligasi dan MTN adalah sama karena fokusnya bukan kepada berapa pihak perusahaan berhutang tetapi kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya.

Besaran Kupon
Kupon adalah tingkat imbalan yang dibayarkan kepada pemegang surat utang. Besaran kupon biasanya ditentukan oleh jangka waktu dan rating dari perusahaan.

Secara teori, semakin lama jangka waktu maka semakin besar kupon yang diberikan dan sebaliknya. Sebagai contoh, surat utang dengan jangka waktu 5 tahun biasanya akan memberikan kupon lebih besar dibandingkan surat utang dengan jangka waktu 2 tahun.

Untuk rating, biasanya semakin tinggi / baik rating perusahaan, maka semakin kecil kupon yang diberikan dan sebaliknya. Sebagai contoh, perusahaan dengan Rating AAA akan membayarkan kupon lebih kecil dibandingkan perusahaan dengan rating A.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X