Luhut Ungkap Beberapa Faktor Penyebab Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Kompas.com - 22/06/2018, 21:03 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat menghadiri Open House di kediaman Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/6/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat menghadiri Open House di kediaman Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, tenggelamnya Kapal Mesin (KM) Sinar Bangun terjadi karena beberapa faktor.

Faktor pertama yang dilihat Luhut adalah ketiadaan visi pembangunan fasilitas infrastruktur dengan jumlah wisatawan Danau Toba.

"Peristiwa yang terjadi kemarin karena beberapa hal seperti pembangunan fasilitas infrastruktur yang belum disamakan dengan peningkatan jumlah wisatawan," kata Luhut dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/6/2018).

Faktor lainnya menurut Luhut adalah kurangnya disiplin dari penyelenggara serta pengawas angkutan kapal.

Baca juga: Kapal Tenggelam di Danau Toba, Ini Kata Menhub

Terkait hal tersebut, Luhut mendukung langkah Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang akan menghukum pihak bersalah dalam kasus tersebut.

"Hukum harus ditegakkan kepada siapa saja yang melakukan kelalaian pada kecelakaan ini," tegas Luhut.

Luhut pun menyayangkan peristiwa yang menelan banyak korban tersebut. Dia menilai semestinya peristiwa tragis itu dapat dicegah jika segenap pelaksana angkutan di Danau Toba mau berbenah dan mengedepankan keamanan penumpang.

Pasalnya, kecelakaan seperti itu bukan pertama kali terjadi di Danau Toba.

"Jika aparat di lapangan dan penyelenggara angkutan mau belajar dari kecelakaan yang terjadi sebelumnya, disiplin dalam memprioritaskan keamanan penumpang dengan mengangkut jumlah penumpang tidak lebih dari kapasitas, dan memperhatikan laporan cuaca serta peringatan dari BMKG tentu kecelakaan seperti ini bisa dihindari," sesal Luhut.

Luhut menambahkan, saat ini pemerintah pun tengah melakukan pembangunan lima dermaga di Danau Toba dan pembenahan fasilitas dermaga.

Hal itu diharapkannya bisa menjadi sebuah pembangunan yang benar-benar mengikuti pertumbuhan dan perkembangan wisatawan.

"Saya akan datang ke lokasi secepatnya untuk melakukan evaluasi apa saja yang perlu dilakukan dan diperbaiki. Saya sampaikan belasungkawa dan prihatin yang mendalam kepada keluarga korban, semoga keluarga para korban diberi kekuatan dan semoga kecelakaan ini menjadi yang terakhir dan pelajaran untuk kita semua," tutup Luhut.

Kompas TV Mereka mendatangi Pelabuhan Tigaras, tempat keluarga korban menanti proses pencarian tim SAR.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X