Kompas.com - 24/06/2018, 19:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyayangkan kembali terjadinya kecelakaan di Danau Toba yang melibatkan Kapal Motor Ramos Risma Marisi pada Jumat (22/6/2018) malam.

Budi mengatakan Kemenhub sudah menyampaikan larangan kepada Dinas Perhubungan di tingkat provinsi dan kabupaten untuk melarang kapal-kapal di Danau Toba berlayar. Larangan tersebut pasca-karamnya kapal KM Sinar Bangun.

"Kami sudah menyampaikan larangan kepada Dishub, dimana dishub terdiri dari provinsi dan kabupaten. Saya sangat menyayangkan di tempat itu petugas yang ada tidak berfungsi dengan baik sehingga ada kapal yang jalan," ujar Budi di Kemenhub, Jakarta, Sabtu (23/6/2018).

Budi menambahkan, KM Ramos Risma Marisi kecelakaan karena lepas kendali usai usai mengantar penumpangnya dari Pulau Sibandang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara ke sebuah dermaga di Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

"Kita melihat bahwasanya ada beberapa yang tidak dipenuhi. Kapal tersebut lepas kendali sehingga mengalami kecelakaan," kata Budi.

Menurut Budi, saat terjadinya kecelakaan ada lima orang di dalam kapal tersebut. Saat ini satu orang ABK atas nama Rahmat Dhani belum ditemukan.

"Kami akan menugaskan KNKT dan Basarnas bergerak ke lokasi kecelakaan, kita harapkan upaya pencarian satu orang yang hilang dan sertifikasi kapal yang ada di sana," ucap dia.

Sebelumnya, Kapal Motor Ramos Risma Marisi mengalami kecelakaan usai mengantar penumpangnya dari Pulau Sibandang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara ke sebuah dermaga di Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Kepala Kantor SAR Medan Budiawan yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa ini. Dia mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

Pihaknya sudah menurunkan tim untuk menyisir lokasi, karena satu korban bernama Rahmat Dani (20) dikabarkan hilang.

Sementara Joifan Situmorang (17), Sahat Simorangkir (16), Jolom Sipayung (18), dan Nakhoda Kapal Ama Monang Lumbanraja (40) selamat.

"Satu korban sedang dalam pencarian. Anggota sudah turun ke danau melakukan penyisiran," kata Budiawan, Sabtu (23/6/2018) dini hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.