Penyaluran Dana Desa Terlambat, Realisasi Akhir Mei Jadi Lebih Rendah

Kompas.com - 26/06/2018, 15:04 WIB
Warga melintasi spanduk pemberitahuan anggaran pendapatan dan belanja desa di Balai Desa Bojongsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/7/2017). Setiap desa seharusnya memasang baliho di balai desa terkait laporan penggunaan dana desa. Ini untuk transparansi penggunaan dana desa. KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRIWarga melintasi spanduk pemberitahuan anggaran pendapatan dan belanja desa di Balai Desa Bojongsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/7/2017). Setiap desa seharusnya memasang baliho di balai desa terkait laporan penggunaan dana desa. Ini untuk transparansi penggunaan dana desa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan melalui laporan realisasi APBN 2018 per akhir Mei mencatat realisasi penyaluran Dana Desa dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sebesar Rp 20,66 triliun.

Angka ini tercatat lebih rendah Rp 7,53 triliun dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 28,19 triliun.

Berdasarkan laporan realisasi APBN 2018, rendahnya realisasi penyaluran Dana Desa salah satunya disebabkan pemerintah daerah masih fokus pada penyaluran tahap I sebesar 20 persen dari RKUD ke Rekening Kas Daerah (RKD).

Hal itu membuat penyaluran tahap II sebesar 40 persen mengalami keterlambatan.

(Baca: Transfer ke Daerah dan Dana Desa Melambat)

Penyebab lainnya, adanya perubahan kebijakan pelaksanaan program Padat Karya Tunai di desa, di mana 30 persen Dana Desa bidang pembangunan wajib digunakan untuk upah tenaga kerja.

Kebijakan ini memerlukan perubahan APBDes sebagai syarat penyaluran Dana Desa tahap I yang berdampak pada terhambatnya penyaluran tahap II.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah telah berupaya mengatasi masalah tersebut.

(Baca: Jokowi Akan Ubah Desain Dana Desa pada Tahun 2018)

 

Bahkan, pihaknya memperkirakan capaian penyaluran Dana Desa untuk semester I tahun ini bisa lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Dimajukannya batas akhir penyaluran Dana Desa tahap I dan II jadi paling lambat bulan Juni akan membuat capaian kinerja semester I tahun ini lebih besar ketimbang kinerja penyaluran tahun lalu," kata Sri Mulyani.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Whats New
Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Earn Smart
2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

Whats New
Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Smartpreneur
Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Whats New
Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Whats New
Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Whats New
Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Whats New
Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Whats New
Kelistrikan Sulbar dan Sulteng Tersambung, PLN Hemat Rp 137,8 Miliar

Kelistrikan Sulbar dan Sulteng Tersambung, PLN Hemat Rp 137,8 Miliar

Whats New
Sistem Kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah Akhirnya Tersambung

Sistem Kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah Akhirnya Tersambung

Whats New
Airport Tax Dihapus, AP II: Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Airport Tax Dihapus, AP II: Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Whats New
Kolaborasi Lintas Sektoral, Kunci Memaksimalkan Manfaat Kartu Prakerja

Kolaborasi Lintas Sektoral, Kunci Memaksimalkan Manfaat Kartu Prakerja

BrandzView
Pemerintah Wajibkan Kementerian dan Lembaga Belanja Produk UMKM

Pemerintah Wajibkan Kementerian dan Lembaga Belanja Produk UMKM

Whats New
Mau Tukar Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Tukar Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X