Kompas.com - 28/06/2018, 18:39 WIB
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia. Kompas.com/Robertus BelarminusIlustrasi Gedung Bank Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia diperkirakan akan memperketat kebijakan moneternya, seiring dengan kemungkinan pelebaran defisit transaksi berjalan tahun ini di kisaran 2,2 sampai 2,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Pengetatan kebijakan moneter disebut jadi langkah prioritas BI selain stabilisasi nilai tukar rupiah untuk jangka pendek.

"BI diperkirakan akan memperketat kebijakan moneternya mempertimbangkan pelebaran defisit transaksi berjalan pada tahun 2018 ke level 2,2 sampai 2,3 persen terhadap PDB, terindikasi dari perkembangan neraca perdagangan," kata Vice President Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/6/2018).

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui rilis Berita Resmi Statistik pada Senin (25/6/2018) menyebut defisit neraca perdagangan dari Januari hingga Mei 2018 sebesar 2,83 miliar dollar AS. Sejak awal tahun, neraca perdagangan mencatat surplus hanya pada bulan Maret, sebesar 1,09 miliar dollar AS, dan selebihnya mengalami defisit.

Baca juga: Sri Mulyani: Defisit Bisa Ditekan jika Belanja Negara Efektif

Menurut Josua, BI perlu memperketat kebijakan moneternya juga dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi untuk jangka pendek. Jika stabilitas makroekonomi terjaga, harapannya dapat menahan dana asing keluar dari pasar keuangan domestik.

"Secara tahun kalender, investor asing membukukan penjualan bersih sebesar 3,8 miliar dollar AS baik di pasar saham dan pasar obligasi," tutur Josua.

Adapun selain memperketat kebijakan moneter, Josua menilai BI juga akan mengoptimalkan bauran kebijakan dengan melonggarkan kebijakan makroprudensial. Dengan begitu, permintaan kredit perbankan, khususnya kredit konsumsi, bisa lebih didorong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.