Arab Saudi Sepakat Tingkatkan Produksi Minyak hingga 2 Juta Barrel

Kompas.com - 02/07/2018, 09:44 WIB
Presiden AS Donald Trump menunjukkan dokumen yang memuat tanda tangannya dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un usai perundingan di Singapura, Selasa (12/6/2018). AFP/SAUL LOEBPresiden AS Donald Trump menunjukkan dokumen yang memuat tanda tangannya dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un usai perundingan di Singapura, Selasa (12/6/2018).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA,  KOMPAS.com — Presiden Donald Trump menyatakan, Raja Arab Saudi telah menyetujui permintaannya untuk meningkatkan produksi minyak.

"Mungkin hingga 2 juta barrel," ujar Trump melalui akun Twitter-nya pada Sabtu (2/7/2018).

Arab Saudi sebagai negara pengekspor minyak terbesar di dunia berencana untuk memproduksi minyak hingga 11 juta barrel per hari pada Juli ini.

Sebelumnya, Arab Saudi bersama dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi ( OPEC) dan negara eksportir minyak bumi lain sepakat untuk meningkatkan produksi minyak hingga 1 juta barrel per hari.

(Baca: Trump Desak Saudi Naikkan Produksi Minyak Hingga 2 Juta Barel Per Hari)

"Baru saja berbicara dengan Raja Arab Saudi King Salman dan menjelaskan kepada dia, lantaran adanya disfungsi di Iran dan Venezuela, saya minta Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyak, mungkin hingga 2 juta barrel untuk menutupi hal tersebut. Harga-harga sudah terlalu tinggi! Dan dirinya setuju!" ujar Trump melalui akun Twitter-nya.

Raja Salman dan Trump menekankan pentingnya kebutuhan untuk menjaga stabilitas pasar dan usaha negara-negara produsen minyak untuk menutupi berbagai kekurangan produksi.

Sebelumnya, Trump telah memaksa beberapa negara untuk memangkas impor minyak dari Iran pada November lalu lantaran AS telah memberikan sanksi kepada Iran dengan mengundurkan diri dari kesepakatan nuklir di antara keduanya.

Kementerian Luar Negeri AS menyatakan bahwa AS siap bekerja sama dengan negara-negara lain untuk secara bertahap mengurangi impor minyak dari Iran.

(Baca: OPEC Sepakat Tingkatkan Produksi, Harga Minyak Dunia Turun)

China, sebagai negara importir minyak di dunia, mengimpor sekitar 650.000 barrel minyak per hari dengan rata-rata total impor berasar dari Iran.

Analis pun meragukan negara-negara produsen minyak dan OPEC mampu untuk memenuhi suplai minyak jika produksi minyak Iran dipangkas oleh pasar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X