Jokowi Berharap Proses Akuisisi PT Freeport Rampung Juli 2018

Kompas.com - 02/07/2018, 18:47 WIB
Presiden Joko Widodo saat meresmikan PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan, Senin (2/7/2018). -KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAPresiden Joko Widodo saat meresmikan PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan, Senin (2/7/2018).

SIDRAP, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo berharap proses divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen bisa dirampungkan pada Juli 2018. Saat ini, Indonesia baru memiliki saham PTFI sebesar 9,36 persen.

"Saya harapkan (proses divestasi) Juli (bisa) selesai," ujar Jokowi di sela-sela peresmian PLTB Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin (2/7/2018).

Kendati begitu, Jokowi mengaku belum mendapatkan laporan secara rinci mengenai proses divestasi saham PTFI dari Menteri Badan Usaha Milik Neara (BUMN) Rini Sumarno, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Inasius Jonan, dan Menteri Keuangan Sri Mulayani.

"Tanyakan ke menteri ESDM, BUMN, dan menteri keuangan. (Mereka) belum lapor ke saya," kata Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah menugaskan Inalum selaku induk holding BUMN pertambangan untuk memproses divestasi saham PTFI sebesar 51 persen.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan bahwa valuasi divestasi 51 persen saham PTFI berkisar 3 miliar sampai 5 miliar dollar AS. Perhitungan itu sudah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo untuk penentuan keputusan selanjutnya.

Saat ini, Indonesia baru memiliki saham PTFI 9,36 persen. Agar target 51 persen saham tercapai, Inalum ditugaskan membeli participating interest (PI) 40 persen milik Rio Tinto dan kemudian PI akan dikonversi jadi saham.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X