Bi Nilai Inflasi Periode Lebaran 2018 Terkendali - Kompas.com

Bi Nilai Inflasi Periode Lebaran 2018 Terkendali

Kompas.com - 02/07/2018, 21:16 WIB
Pedagang sayur di Pasar Palmerah, Jakarta Barat. Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Pedagang sayur di Pasar Palmerah, Jakarta Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia menyatakan, inflasi pada periode Lebaran 2018 lali ini cenderung terkendali, meskipun meningkat dibandingkan bulan lalu.

Pada periode Juni 2018, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 0,59 persen (mtm). Sedangkan pada Mei 2018, inflasi IHK berada pada posisi 0,21 persen.

"Meskipun mengalami peningkatan, inflasi IHK pada Juni 2018 secara historis lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata IHK pada periode Idul Fitri dalam empat tahun terakhir yang sebesar 0,81 persen (mtm)," sebut BI dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/7/2018).

Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK telah mencapai 1,90 persen (ytd) atau secara tahunan mencapai 3,12 persen (yoy), lebih rendah dari inflasi bulan lalu sebesar 3,23 persen (yoy).

Inflasi inti yang cenderung stabil adalah faktor utama terkendalinya inflasi IHK.

Untuk inflasi volatile food juga meningkat menjadi 0,9 persen dari bulan sebelumnya 0,19 persen.

"Meskipun angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi volatile food pada periode Idul Fitri dalam empat tahun terakhir sebesar 1,50% (mtm)," lanjut BI dalam keterangannya.

Inflasi terutama bersumber dari komoditas daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, sayur-sayuran, kelapa, bawang merah, daging sapi, ayam hidup, dan daging ayam kampung.

Sementara komoditas telur ayam ras, cabai merah, beras dan bawang putih mencatat deflasi didukung stabilnya pasokan. Secara tahunan, inflasi volatile food tercatat 4,60 persen (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 4,33 persen (yoy).

Inflasi kelompok administered prices meningkat, bersumber dari tarif subkelompok transpor. Inflasi administered prices pada bulan Juni 2018 mencapai 1,38 persen (mtm) lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 0,27 persen (mtm). Inflasi pada sektor ini didorong oleh kenaikan inflasi angkutan udara dan angkutan antar kota seiring dengan mudik Lebaran.

Secara tahunan, komponen administered prices mencatat inflasi sebesar 2,88 persen (yoy), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,61 persen (yoy).


Komentar
Close Ads X