KCIC Serahkan Rumah Dinas Pengganti Untuk TNI AU yang Terdampak Kereta Cepat

Kompas.com - 03/07/2018, 15:10 WIB
Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra menyerahkan simbolik kunci rumah dinas oengganti ke Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna di Lapangan Danu Setiawan komplek Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (3/7/2018). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIADirektur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra menyerahkan simbolik kunci rumah dinas oengganti ke Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna di Lapangan Danu Setiawan komplek Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (3/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC) menyerahkan 408 rumah dinas pengganti bagi anggota TNI Angkatan Udara yang rumah dinasnya terdampak pembangunan kereta cepat.

Rumah dinas tersebut dibangun di kompleks Trikora Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra mengatakan, area yang direlokasi tersebut rencananya akan digunakan sebagai lokasi stasiun dan trase kereta cepat Jakarta Bandung dan saat ini tengah memasuki tahap persiapan konstruksi.

Ia mengapresiasi dukungan Landasan Udara Halim Perdanakusuma dengan memperbolehkan salah satu areanya digunakan untuk pembangunan stasiun kereta cepat pertama di Indonesia.

“Salah satu kunci percepatan pembangunan kereta cepat adalah kerjasama yang baik dari berbagai pihak yang lahannya masuk dalam master plan Kereta Cepat Jakarta Bandung," ujar Chandra di Lapangan Danu Setiawan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (3/7/2018).

Ada lima lahan yang dibangun rumah pengganti. Di lahan pertama, dibangun 50 unit rumah tipe 72 dan 66 unit rumah tipe 120. Di lahan kedua, dibangun rumah tipe 60 sebanyak 72 unit dan rumah tipe 72 sebanyak 63 unit. Di lahan ketiga dibangun rumah tipe 72 sebanyak 21 unit.

Untuk lahan keempat, rumah dengan tipe 60 sebanyak 65 unit. Terakhir, di lahan kelima, dibangun rumah tipe 60 sebanyak 53 unit. Selain tempat tinggal, kawasan tersebut juga dibangun fasilitas olahraga, rumahnibadah, balai pertemuan dan fasilitas umum lainnya.

"Kawasan hunian ini dibangun dengan berbagai fasilitas tambahan sebagai apresiasi KCIC terhadap dukungan yang selama ini ditunjukan Olen Lanud Halim Perdana Kusuma,” kata Chandra

Proyek relokasi rumah dinas Lanud Halim Perdanakusuma dikelola anak perusahaan PT Wijaya Karya yaitu PT WIKA Gedung Tbk. Pekerjaan berlangsung selama 249 hari kerja sejak 13 Juli 2017.

Pembangunan terdiri dari pekerjaan pembangunan rumah dinas pengganti dan pembangunan sarana dan prasarana. Chandra berharap rumah beserta fasilitas yang dibangun dapat mrnggantikan rumah dinas lama yang selama ini ditempati anggota TNI AU yang terdampak.

"Diharapkan dapat memberi kenyamanan segenap anggota TNI yang menghuninya," kata Chandra.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan, proyek kereta cepat merupakan program pemerintah yang harus didukung untuk meningkatkan layanan transportasi dan meningkatkan perekonomian Kakarta-Bandung. Ia berterima kasih pada KCIC karena membangun rumah dinas pengganti sesuai dengan kesepakatan.

"Selesainya pembangunan rumah dinas ini sebagai bukti dan komitmen pengembang dalam merealissasikan kesepakatan sehingga warga TNI yang terkena dampak dapat pengganti perumahan baru dan fasilitas pendukung," kata Yuyu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X