Kemenhub: Menambah Dimensi Kendaraan Masuk Ranah Kejahatan

Kompas.com - 04/07/2018, 15:41 WIB
Penindakan terhadap truk overload dan overdimensi di Tol Surabaya-Gempol, Jawa Timur, Rabu (25/4/2018). Jasa MargaPenindakan terhadap truk overload dan overdimensi di Tol Surabaya-Gempol, Jawa Timur, Rabu (25/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan menegaskan penambahan dimensi kendaraan yang dilakukan tanpa ada izin dari instansi terkait merupakan tindak kejahatan.

Menurut dia, hal tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Saya bukan mengancam ya ini, tapi ada dalam undang-undang, bahwa itu masuk dalam ranah kejahatan kalau dia menambah panjang, tinggi, dan lebar tanpa izin. Itu sudah kejahatan," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi di Kantor Kemenhub, Rabu (4/7/2018).

Budi mengimbau kepada para pengusaha untuk tidak melakukan penambahan dimensi kendaraan.

Baca juga: Aturan Tilang Truk Over Dimension dan Overload Diperketat

Biasanya, pengusaha angkutan barang menambah ukuran kendaraan mereka sehingga bisa memuat barang lebih banyak.

Kelebihan muatan itu menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan baik jalan nasional mau pun jalan provinsi.

"Saya berharap pada para pengusaha dan karoseri, berhentilah, yang sudah terlanjur coba sesuaikan. Sayang kerusakan jalan kita cukup mahal dalam satu tahun," kata Budi.

Budi mengaku akan menindak tegas kendataan yang melakukan pelanggaran muatan lebih (overloading) dan pelanggaran dimensi.

Baca juga: Kerugian Negara Akibat Truk Kelebihan Muatan Capai Rp 30 Triliun

"Saya sudah mendidik 60 PPNS yang mempunyai kualifikasi untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap perkara over dimensi. Jadi nanti kita akan kita berkas dan kirim ke pengadilan. Tidak seperti sidang tilang, langsung sidang terhadap kejahatan itu," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X