Seperlima Konsumen Elpiji 3 Kg Subsidi Akan Beralih

Kompas.com - 04/07/2018, 16:49 WIB
warga antre membeli elpiji melon di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/9/2017) Kompascom/Nazar Nurdinwarga antre membeli elpiji melon di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/9/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid mengatakan  pemasaran produk elpiji 3 kilogram non- subsidi bakal membuat pengguna elpiji 3 kilogram subsidi beralih ke produk baru tersebut.

"Pergeseran (penggunanya) sekitar 10 sampai 20 persen sampai akhir tahun," kata Mas'ud di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Peluncuran produk elpiji 3 kilogram non-subsidi yang berwarna pink fuschia tersebut agar masyarakat mampu tidak membeli produk elpiji 3 kilogram yang berwarna hijau.

Mas'ud pun dengan tegas menyatakan bahwa selama ini pasar elpiji 3 kilogram yang berwarna hijau tersebut salah sasaran.

Baca juga: Mulai Pekan Ini, Pertamina Uji Pasar Elpiji 3 Kilogram Non-Subsidi

Pasalnya, banyak masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas yang juga ikut menikmati gas subsidi tersebut.

"Ini untuk mengambil posisi market pelanggan yang perlu 3 kilogram non-subsidi karena mereka mampu tapi kita belum siap kan saat itu. Kita melihat ada pasar yang baik di situ," ujar dia

Oleh karenanya, pemasaran gas elpiji 3 kilogram non-subsidi akan dilakukan pada konsumen kelas menengah ke atas, seperti di apartemen dan mal.

"Kemarin di Jakarta kita coba pasarkan di 7 apartemen, tapi kan jumlah apartemen kan enggak cuma 7. Makanya, nanti kita liat responnya, kalau nanti responnya bagus kita tambah," ujarnya.

Baca juga: Elpiji 3 Kg Non-Subsidi Akan Dibanderol di Atas Rp 35.000 Per Tabung

Maka dari itu, Mas'ud meyakini kalau pasar elpiji subsidi yang selama ini salah sasaran akan bergeser 10-20 persen.

"Bukan ambil pasar (subsidi), tapi demand elpiji 3 kilogram yang orang mampu bergeser sekitar 10 sampai 20 persen dari volume total sekarang," katanya. 

Untuk itu, Mas'ud berencana melakukan uji coba pemasaran gas elpiji 3 kilogram non-subsidi itu di kota lain di luar Jakarta dan Surabaya, seperti di Bali dan kota lainnya.

"Ini uji coba dulu, tes market melihat perilaku market, sistem distribusi kita, sehingga jalan bareng yang melon hijau dan melon pink," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X