KILAS EKONOMI

FAO Apresiasi Kinerja Kementan Memajukan Industri Pertanian

Kompas.com - 04/07/2018, 22:05 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Dok. Humas KementanMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman


JAKARTA, KOMPAS.com - Representatif Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/ FAO) untuk Indonesia dan Timor Leste yang baru Stephen Rudgard mengapresiasi kemajuan dan keberhasilan sektor pertanian di Indonesia dan mengentaskan kemiskinan di perdesaaan.
 
Organisasi Pangan dan Pertanian FAO berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

FAO yang bermarkas di Roma, Italia bertujuan untuk menaikkan tingkat nutrisi dan taraf hidup; meningkatkan produksi, proses, pemasaran dan penyaluran produk pangan dan pertanian; mempromosikan pembangunan di pedesaan; dan melenyapkan kelaparan
 
Stephen mengaku bangga bisa bertemu dan berdiskusi dengan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang telah mendorong industri pertanian Indonesia sehingga mencapai sejumlah prestasi dalam hal ekspor pangan dan pengembangan teknologi pertanian.
 
"Saya bangga dan gembira bisa bertemu dan berdiskusi dengan Menteri Pertanian, membicarakan prioritas program-program ke depan antara FAO dan Kementan," ujar Stephen di Kantor Kementan, Selasa (3/7/2018).

Menteri Pertanian Andi Amran SulaimanDok. Humas Kementan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

 
“Berada Indonesia seperti kampung halaman, karena pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia. Ini adalah kepulangan kembali saya ke Indonesia. Dan kini saya kembali untuk bersama sama mengembangkan pertanian, membatu para petani di Indonesia,” imbuh Stephen.
 
Dalam waktu dekat, Stephen mengatakan akan mengundang Director General FAO, Jose Graziano Da Silva ke Indonesia untuk melihat kemajuan pertanian Indonesia guna meningkatkan kerja sama dalam peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Bahkan meningkatkan volume ekspor pangan Indonesia ke berbagai negara.
 
“Kedatangannya nanti untuk melihat langsung kemajuan pertanian Indonesia. Sebab banyak capaian yang drastis meningkatkan produksi dan volume ekspor. Kebijakan pertanian pun saat ini telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan di pedesaan,” ujar dia.

Salah seorang petani Kakao di Kelurahan Lalombaa, Kabupaten Kolaka tengah membersihkan tanamannya. KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI Salah seorang petani Kakao di Kelurahan Lalombaa, Kabupaten Kolaka tengah membersihkan tanamannya.

 
Amran mengatakan dalam waktu dekat pemerintah akan mengajak FAO berkunjung ke Sulawesi Selatan, khususnya melihat langsung pengembangan kakao dan bertemu dengan petani untuk memberikan edukasi.

Peran FAO sangat diharapkan dalam memberikan bantuan pada petani Indonesia.
 
"Kita berharap produksi kakao kita lebih besar lagi. Dari sebelumnya 600 ton, kita targetkan lebih dari 1 juta ton," kata dia.
 
Kerja sama strategis Indonesia–Iran

Menteri Pertanian Andi Amran SulaimanDok. Humas Kementan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

Selain FAO, Amran juga menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN Valoillah Mohammadi.

Amran mengajak Iran untuk berinvestasi dan melakukan kerjasama ekspor impor komoditi pangan.
 
"Saya ajak investasi di Indonesia, kita bicarakan bagaimana share modalnya. Mereka menawarkan juga Gandum dengan harga yang kompetitif dibanding Australia. Sementara kita tawarkan sapi, gula, jagung. Juga edukasi Water management dalam hal budidaya gandum," ujar Amran.
 
Dubes Valoillah Mohammadi menerangkan kerja sama di bidang pertanian dengan Indonesia menjadi penting dan sangat strategis.

Kebun Jagung di Sumbawa, Nusa tenggara BaratKOMPAS.com/KURNIASIH BUDI Kebun Jagung di Sumbawa, Nusa tenggara Barat

Pasalnya, Indonesia memiliki komoditas pangan yang beraneka ragam.
 
"Kami menjalani industri gandum yang cukup besar, Indonesia juga memiliki komoditas yang beraneka ragam. Sehingga akan diperlukan kerjasama yang baik," kata dia.
 
Dubes Iran juga berjanji akan mendorong pengusaha-pengusaha Iran untuk menanamkan investasinya di Indonesia.

Hal itu sejalan dengan program Kementan untuk meningkatkan investasi di sektor pertanian.

Kinerja sektor pertanian

Kementerian Pertanian melepas ekspor jagung dari Sumbawa di Pelabuhan Sumbawa Besar, NTB, Selasa (20/3/2018)KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Kementerian Pertanian melepas ekspor jagung dari Sumbawa di Pelabuhan Sumbawa Besar, NTB, Selasa (20/3/2018)

Berdasarkan data BPS, secara kuantitatif kinerja pertanian dapat dilihat dari nilai produksi 2017 Rp 1,344 triliun atau naik Rp 350 triliun dari 2012.

Kini, pada 2018, jumlah penduduk 265 juta jiwa atau bertambah 12,8 juta jiwa dari 2014 membutuhkan tambahan 1,7 juta ton beras terbukti dapat dipenuhi dari produksi sendiri.
 
Lebih detil lagi dapat dilihat bahwa dulu selalu impor jagung pakan ternak 3,5 juta ton. Namun, pada 2017 sudah tidak impor dan bahkan 2018 sudah ekspor jagung.

“Begitu pun dulu selalu impor bawang merah, sejak 2016 sudah tidak impor dan bahkan sejak 2017 sudah ekspor. Dulu pun impor cabai segar, sejak 2016 sudah swasembada,” ujar Amran.

Kementerian Pertanian memberikan bantuan 50 ekor ayam untuk setiap rumah tangga miskin di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (22/5/2018). Bantuan itu terkait program Bedah Kemiskinan, Rakyat Sejahtera untuk mengurangi angka kemiskinan.KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Kementerian Pertanian memberikan bantuan 50 ekor ayam untuk setiap rumah tangga miskin di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (22/5/2018). Bantuan itu terkait program Bedah Kemiskinan, Rakyat Sejahtera untuk mengurangi angka kemiskinan.

Untuk komoditas lain juga sudah ekspor ayam, ekspor telur, ekspor 62.000 kambing dan lainnya. Volume ekspor, jenis komoditas, negara tujuan ekspor meningkat.

Neraca perdagangan sektor pertanian 2017 surplus sekitar Rp 200 triliun dan investasi pertanian 2017 Rp 45 triliun naik 14 persen per tahun.
 
Data BPS yang dirilis 17 Mei 2018 menyebutkan nilai ekspor komoditas pertanian mencapai 298,5 juta dollar AS atau tumbuh 6,11 persen (month to month) dan 7,38 persen (year on year).

Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) di sektor pertanian pada 2017-2018 naik mencapai 4,41 persen.
 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X