Mantan PM Malaysia Dukung Sinergi dengan BUMN Indonesia

Kompas.com - 05/07/2018, 03:06 WIB
Anwar Ibrahim (70), saat diwawancarai di kediamannya di Kuala Lumpur, Kamis (17/5/2018). AFP/ROSLAN RAHMANAnwar Ibrahim (70), saat diwawancarai di kediamannya di Kuala Lumpur, Kamis (17/5/2018).

JAKARTA,  KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sangat mendukung adanya kerja sama antara negaranya dengan Indonesia.

Kemiripan budaya dinilainya sangat memungkinkan untuk terjadinya kerja sama dalam sektor industri halal.

Hal tersebut disampaikan Anwar ketika menjadi pembicara kunci Leadership Forum yang digelar oleh Executive Center for Global Learning (ECGL) di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (4/7/2018).

"Saya setuju kita harus perhatikan produk- produk halal yang sedang berkembang, tetapi juga di bidang lain, seperti service  industry," kata Anwar.

Baca juga: Indonesia dan Malaysia Jadi Sasaran Pasar Produk Halal

Kerja sama lainnya yang bisa dijajaki kedua negara Melayu tersebut adalah melalui Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) masing-masing yang bergerak di sektor minyak dan gas.

"Seperti kerja sama Pertamina dengan Petronas, misalnya" ujarnya.

Sementara itu, pendiri ECGL sekaligus Komisaris Utama PT Pertamina Tanri Abeng menjelaskan lebih rinci bahwa kerja sama antara kedua BUMN tersebut terjadi pada sektor hulu.

Menurut Tanri, Petronas lebih maju ketimbang Pertamina dalam sektor hulu.

Baca juga: Kejar Petronas, Pertamina Butuh Rp 1.000 Triliun Lebih untuk Investasi

"(Pertamina dan Petronas) sama-sama mempunyai kepentingan di luar negaranya masing-masing. Kita bisa bersinergi," ucap dia.

Upaya peningkatan kerja sama antara Malaysia dan Indonesia juga terbukti melalui adanya pertemuan tertutup antara Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Anwar Ibrahim dan Tanri Abeng.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X