Blockchain & Crowdfunding Investment, Apa Itu? - Kompas.com

Blockchain & Crowdfunding Investment, Apa Itu?

Kompas.com - 05/07/2018, 11:15 WIB
Ilustrasi blockchainetty Images/iStockphoto/Peshkov Ilustrasi blockchain

Pak, emang nya saham lagi jelek ya? Soalnya 1 minggu terakhir kok sharing-nya soal cryptocurrency dan crowdfunding?

Apa udah kapok di saham?

Well....saya sudah mengenal dunia pasar modal selama 14 tahun lamanya. Menurut saya, harga saham yang naik dan turun itu sudah biasa.

Ketika harga saham sedang turun dan ternyata besoknya turun lebih dalam lagi, itu sama bikin kesalnya dengan harga saham naik dan ternyata besoknya malah makin naik lagi.

Kenapa bisa bikin kesal ??

Ketika harga saham sedang turun dan ternyata besoknya turun lebih dalam lagi, biasanya menimbulkan efek penyesalan karena terlanjur beli saham yang harganya turun dan merugi.

Begitu juga sebaliknya, ketika harga saham naik dan ternyata besoknya malah makin naik lagi, juga akan menimbulkan efek penyesalan karena tidak segera membeli saham yang menguntungkan tersebut pada hari sebelumnya.

Menurut saya pribadi, orang yang paling gila dan bodoh dalam hidupnya adalah orang yang mengharapkan bisa mengambil keputusan yang selalu presisi (sempurna), termasuk ketika mengambil keputusan jual dan beli di pasar modal

Tentunya semua orang sepakat bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Tapi kok ada aja ya, orang yang berjuang menjadi manusia sempurna ??

Jadi maaf saja ya, kalau saya harus katakan bahwa orang yang paling gila dan bodoh adalah orang yang selalu mengharapkan kesempurnaan dalam setiap pengambilan keputusannya.

Karena, dalam filosofi dan konsep hidup saya, sikap berusaha menjadi sempurna atau perfeksionis adalah bagian hidup yang melawan kodrat sebagai manusia.

Jadi, jika Anda ingin investasi di pasar (modal) dan berharap selalu tepat membeli di titik harga paling murah se-antero jagat dan berharap kembali menjual saham tersebut tepat di harga paling mahalnya, maka hal tersebut hampir bisa dikatakan mustahil.

Setepat-tepatnya/sesempurna apa pun manusia menentukan suatu keputusan jual dan beli di pasar (modal), masih ada peluang untuk meleset.

Kalau masih mau mencoba mengusahakan untuk selalu tepat dan presisi terus-menerus, mungkin Anda bisa mencoba alternatif dengan menggunakan bantuan robot.

Nah...kembali ke topik awal. Beberapa orang mungkin bertanya-tanya dan penasaran, kenapa saya suka berbagi hal lain tentang dunia investasi, selain investasi di pasar modal.

Salah satu alasan kenapa saya suka berbagi hal lain tentang investasi, selain investasi di pasar modal adalah karena saya seorang praktisi investasi yang aktual. Atau bahasa kerennya, saya adalah praktisi investasi zaman now yang gaul dan kekinian.

Seberapa pentingkah menjadi investor yang aktual?

Mari saya ajak Anda untuk melihat beberapa contoh kasus berikut:

Perubahan-perubahan dalam hidup manusia terjadi dalam bentuk evolusi dan revolusi.
Salah satu contoh bentuk evolusi yang cukup dramatis adalah penggunaan peta.

20 tahun yang lalu, Anda perlu berjuang membaca peta, termasuk risiko tersasar karena salah baca peta mengunjungi suatu tempat yang belum Anda ketahui jalur jalannya.

Tapi sekarang, seseorang bisa berpergian kemana saja, termasuk tempat asing di negara lain yang belum pernah dikunjungi sebelumnya dengan sangat mudahnya dan hampir tanpa resiko nyasar, bahkan Anda bisa meluncur ke tempat tujuan dengan lebih cepat karena dibantu dicarikan jalan dengan jarak tempuh terdekat.

Evolusi ini bisa terjadi karena adanya bantuan suatu alat yang disebut dengan robot.

Atau pernahkah Anda menyangka bahwa surat yang dulu sering kali dikirim melalui petugas pos kini sudah berevolusi menjadi surel (surat elektronik) atau email.

Dan yang lebih luar biasanya lagi, ke depan akan ada email yang dilengkapi teknologi khusus, sebagai sarana mengirim pesan TOP SECRET/CONFIDENTIAL, di mana isi pesannya hanya bisa dibaca satu kali dan terhapus secara otomatis setelahnya.

Hal-hal canggih tersebut terjadi karena adanya teknologi yang disebut dengan blockchain.

Anda mungkin juga baru pulang dari bioskop dan menonton film dinosaurus. Kalau Anda sudah nonton film dinosaurus di tahun 2018 ini, sesekali cobalah juga berselancar dan cari film dinosaurus yang diproduksi pada tahun 1993, setelah itu bandingkan antara film dinosaurus 1993 dengan 2018.

Bagaimana rasanya?

Anda mungkin akan merasakan suatu sensasi yang jauh berbeda, dimana film dinosaurus di tahun 2018 lebih terasa hidup dibandingkan film dinosaurus tahun 1993. Lagi...lagi...semua itu hanya bisa dihasilkan karena adanya perkembangan teknologi.

Jadi jangan kaget bila 10-20 tahun ke depan Anda justru bisa merasakan dengan sungguh-sungguh, bagaimana dinosaurus itu benar-benar lari mengejar Anda dan menelan Anda.

Ups....
That's what we call technology...

Jadi, bagaimana dengan investasi keuangan Anda?

Investasi keuangan Anda pun demikian. Anda perlu aktual atau up to date dengan perkembangan dunia investasi yang kini mulai merambah masuk dalam bentuk teknologi.

Saat ini menjadi waktu yang tepat bagi saya selaku praktisi investasi yang up to date untuk memperkenalkan Anda dengan tren investasi lainnya.

Apakah hanya sekedar tren biasa? Akankah trennya mudah hilang?

Itulah kenapa saya tidak membahas mengenai cryptocurrency dan blockchain di 5 tahun yang lalu, karena dunia cryptocurrency dan blockchain masih tergolong baru saat itu.
But now?

Rasa-rasanya dunia cryptocurrency dan blockchain yang sudah bertahan lebih dari 5 tahun ini, bukanlah sekedar tren sesaat seperti demam batu akik.

"Kenapa bisa disimpulkan bahwa dunia cryptocurrency dan blockchain bukanlah sekedar tren sesaat?"

Simple saja. Ketika Anda mendengar istilah tentang cryptocurrency, mungkin kata pertama yang terbersit dipikiran Anda adalah mata uang digital Bitcoin yang pernah mencapai nilai Rp 250.000.000.

Namun, bukan hal itu yang mau saya tekankan kepada Anda, melainkan teknologi blockchain nya.

"Ada apakah dengan teknologi blockchain ??"

Masih ingat cerita email yang hanya bisa dibaca sekali?

Email tersebut merupakan salah satu pengembangan yang mungkin dari teknologi blockchain, yaitu teknologi yang sama, yang ada pada cryptocurrency.

Marilah kita ikut ambil bagian, terlibat dalam evolusi perkembangan teknologi blockchain yang populer pada saat ini.

Menurut saya, teknologi blockchain ini begitu menarik. Ketika saham hanya bisa ditransaksikan pada hari Senin sampai Jumat di saat jam kerja, sedangkan forex bisa ditransaksikan 24 jam namun masih terbatas dari hari Senin sampai Jumat, tebak apa yang ditawarkan oleh cryptocurrency market ?

Cryptocurrency market menawarkan transaksi 24 jam tanpa hari libur dan bahkan lintas negara.

Kesempatan apa yang bisa kita peroleh dari "toko" yang buka 24 jam tanpa hari libur ini?
Kesempatan yang sangat besar pastinya, karena semakin lama sebuah toko buka, maka akan semakin banyak peluang.

Untuk bisa menangkap semua peluang ini, saya tidak mungkin mengerjakannya sendiri secara manual, karena jika saya terlalu nekat mengerjakannya sendiri 24 jam selama sebulan saja, maka tidak hanya peluang keuntungan yang saya dapat, melainkan juga bonus sakit tipes.

Oleh karena itulah, saya menggunakan metode auto trading dengan bantuan eksekusi transaksi dari robot.

Terkadang beberapa orang menyanggah tentang teknologi robot yang digunakan untuk auto trade.

Jangan khawatir, fund manager di Singapura juga sudah mulai menerapkan teknologi auto trade.

Jadi...apakah Anda masih mau mempertahankan terus cara berpikir Anda yang lama, lalu membiarkan negara tetangga dan pesaing kita maju terus ke depan, membuat kita tertinggal dan duduk manis di bangku penonton?

Eh jangan lupa ya...di bangku penonton artinya Anda yang bayar loh.

Hal kedua dari dunia teknologi investasi yang tidak kalah tenarnya adalah tentang crowdfunding.

Menjadi suatu cerita yang menyebabkan kegegeran besar, ketika 'rahasia' Negara China akhirnya terkuak.

Pertumbuhan ekonomi Negara China yang fantastis ternyata tidak lepas dari peran industri crowdfunding yang berkembang pesat di Negeri Tirai Bambu tersebut selama beberapa tahun terakhir ini.

Saya tidak bernafsu membicarakan mengenai soal perlambatan perekonomian Negara China hari ini, tapi saya mau katakan, ketika Negara China repot dan susah payah menahan kurs nya supaya tidak menguat, Negara Indonesia justru repot dan susah payah menahan kurs nya supaya tidak melemah.

Crowdfunding di Indonesia kini menjadi lebih jelas setelah pengaturan mengenai crowdfunding berbasis surat hutang diatur oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Super terima kasih untuk Bapak Hendrikus Passagi dan tim nya yang telah berjuang mengatur dan mengawasi crowdfunding ini.

Crowdfunding atau pinjam meminjam uang berbasis teknologi ini mungkin lebih familiar dikenal dengan istilah P2P lending di Indonesia.

Indonesia juga harus berbangga, karena peraturan OJK mengenai P2P lending dijadikan sebagai sebuah barometer aturan crowdfunding yang ditiru oleh regulator (pengatur) di India.

Wah...keren sekali bukan !!
Sesekali boleh lah Indonesia jadi role model bagi negara lain.

Kehadiran P2P lending (crowdfunding lending) atau pinjam meminjam uang ini menjadi sebuah Industri baru yang bisa mewadahi proses pinjam meminjam dengan cara mempertemukan langsung antara peminjam dan yang memberikan pinjaman melalui sebuah portal teknologi khusus.

Hal ini menarik, karena bisa menjadi alternatif instrument investasi yang baru bagi rencana investasi Anda, bukan?

Kini, Anda tidak hanya meningkatkan pendapatan melalui deposito bunga bank atau pun melalui surat hutang, tapi juga bisa menjadikan P2P lending sebagai sarana alternatif lain untuk meningkatkan pendapatan Anda.

Setiap instrument investasi pasti mengandung resiko, bagaimana dengan risiko investasi yang ada di instrument P2P lending?

Nah...point ini juga menjadi sorotan yang menarik.

Risiko datang dari ketidaktahuan. Jadi semakin Anda tidak tahu dan tidak mengerti, maka semakin besar potensi resiko yang bisa menimpa Anda ketika berinvestasi.

Dan hukum resiko ini tidak hanya berlaku pada instrument investasi P2P lending saja, melainkan semua instrument investasi.

Jadi sebenarnya, saya tidak pernah mengubah kebiasaan saya yang selalu suka berinvestasi.

Hanya saja, saya sering menambahkan investasi pada instrument-instrument baru yang menarik dan potensial.

Bila Anda hanya berinvestasi di satu instrument, maka Anda harus siap diperhadapkan dengan potensi untung besar ataupun rugi besar --- bila instrument investasi tersebut merugi.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan pemecahan risiko atau diversifikasi, tidak hanya berinvestasi di satu instrument saja.

Bila Anda merasa ingin belajar dan berdiskusi dalam upaya untuk menurunkan resiko, maka saya selalu sarankan, berdiskusilah dengan banyak orang yang memiliki wawasan yang berbeda-beda, sehingga kita bisa belajar lebih banyak hal.

Oleh karena itu, saya juga selalu membuka kelas/ seminar, menulis buku, atau membuka forum khusus diskusi seperti

https://t.me/crypto_rf_id  untuk diskusi tentang cryptocurrency trading 

https://t.me/p2pbyryan untuk diskusi investasi mengenai crowdfunding.

Tujuannya tidak lain dan tidak bukan, supaya bisa mengedukasi dan menambah wawasan bagi insan-insan yang merasa perlu belajar untuk menurunkan potensi resiko sebelum masuk ke dunia investasi yang baru.

Semoga Anda senantiasa bisa melihat banyak hal dalam setiap fluktuasi yang terjadi.

Salam Investasi untuk Indonesia


Komentar
Close Ads X