Hari Ini dalam Sejarah: Melihat Kisah BNI yang Pernah Menjadi Bank Sentral pada 1946 - Kompas.com

Hari Ini dalam Sejarah: Melihat Kisah BNI yang Pernah Menjadi Bank Sentral pada 1946

Kompas.com - 05/07/2018, 12:58 WIB
Kesibukan Rakyat Menukarkan Uang Jepang dengan Uang Republik di Kantor Pos Pasar Baru dan di Bank Negara Indonesia Menteng Raya Tgl 29 October 1946

A 06 Thn 1946 H 06Arsip Kompas Kesibukan Rakyat Menukarkan Uang Jepang dengan Uang Republik di Kantor Pos Pasar Baru dan di Bank Negara Indonesia Menteng Raya Tgl 29 October 1946 A 06 Thn 1946 H 06

KOMPAS.com - Hari ini 72 tahun lalu, 5 Juli 1946, Bank Negara Indonesia ( BNI) berdiri.

BNI merupakan bank milik pemerintah yang dulunya bank sirkulasi dengan kewenangan membuat dan mengedarkan alat transaksi.

Tanggal berdirinya BNI diperingati sebagai Hari Bank Nasional.

Sebagai bank komersial tertua di Indonesia yang pada saat ini memiliki  kurang lebih 914 kantor cabang di Indonesia dan luar negeri.

Kisah berdirinya BNI

Berdirinya Bank BNI tak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan.

Saat itu, ada keinginan mencapai perekonomian yang lebih baik, serta memiliki alat tukar yang mendukung sebuah transaksi.

Baca juga: Ini Dia Beragam Banjir Promo Menarik di HUT ke-72 BNI

Pada 19 September 1945, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mendirikan sebuah bank.

Bank yang statusnya milik negara tersebut bertugas sebagai bank sirkulasi.

Pemerintah memberikan mandat kepada R.M. Margono Djojohadikoesoemo yang sebelumnya merupakan anggota Badan Penyidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Pada 9 Oktober 1945, dibentuk Yayasan Poesat Bank Indonesia, hingga akhirnya pada 5 Juli 1946, berdirilah bank sentral dengan nama Bank Negara Indonesia (BNI).

Poesat Bank Indonesia dengan Bank Negara Indonesia melebur menjadi satu.

Kesibukan Rakyat Menukarkan Uang Jepang Dengan Uang Republik di Kantor Pos Pasar Baru dan di Bank Negara Indonesia Menteng Raya Tgl 29 October 1946 Arsip Kompas Kesibukan Rakyat Menukarkan Uang Jepang Dengan Uang Republik di Kantor Pos Pasar Baru dan di Bank Negara Indonesia Menteng Raya Tgl 29 October 1946
Sebagai bank sentral atau bank sirkulasi, BNI mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama setelah beberapa bulan berdiri.

Baca juga: Cerita Lahirnya Rupiah dari Surabaya, Jakarta, hingga Yogyakarta

Oeang Republik Indonesia (ORI) merupakan mata uang pertama yang dihasilkan dan diedarkan pada 30 Oktober 1946.

ORI tampil dalam bentuk uang kertas dengan berisi tanda tangan Menteri Keuangan.

Meskipun ORI belum sampai ke seluruh pelosok Indonesia, rakyat sangat berbangga karena Indonesia sudah memiliki alat tukar sendiri.

Menjadi bank umum

Pada 1949, BNI tak lagi berfungsi sebagai bank sirkulasi karena pemerintah mengalihkannya ke De Javasche Bank yang merupakan bank bentukan Pemerintah Belanda.

Selanjutnya, pada 1950, pemerintah memberikan izin kepada BNI untuk menjadi bank devisa dengan tujuan memfasilitasi kegiatan ekspor perkebunan.

Selain itu, BNI ditetapkan sebagai bank pembangunan dan memiliki akses ke luar negeri tanpa harus melalui De Javasche Bank.

Secara resmi, melalui Undang-Undang Darurat Nomor 2 tahun 1955, BNI menjadi bank umum dengan jangkauan usaha yang lebih luas.

Baca juga: BNI Gelar Program Serap Gabah untuk Pangkas Mata Rantai Pertanian

Dengan jangkauan yang lebih luas, BNI mulai membuka kantornya di luar negeri seperti Singapura, Tokyo, Hong Kong, London, New York, dan Grand Cayman Island.

Melalui Ketetapan Presiden No 17 Tahun 1965 tentang integrasi bank pemerintah, BNI berubah namanya menjadi Bank Negara Indonesia Unit III.

Akhirnya ditetapkan kembali dengan Undang-undang No 18 tahun 1968, Bank Negara Indonesia III dirubah menjadi Bank negara Indonesia 1946.

Perubahan nama dari tahun ke tahun tidak mengbah kinerja BNI.

Pada November 1996, BNI menjadi bank pertama pemerintah yang melakukan IPO (Initial Public Offering) yaitu saham bank yang dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.

Pada 2004, identitas perusahaan diperbarui dengan mempersingkat "Bank BNI" menjadi "BNI", sedangkan tahun pendirian digunakan sebagai logo perusahaan.

Hingga saat ini, 60 persen saham BNI dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia, sedangkan 40 persen sisanya dimiliki oleh masyarakat, baik individu maupun institusi, domestik, dan asing.

BNI kini tercatat sebagai bank nasional terbesar ke-4 di Indonesia, jika dilihat dari total aset, total kredit, maupun total dana pihak ketiga.

Dalam memberikan layanan finansial secara terpadu, BNI didukung oleh sejumlah perusahaan anak, yakni Bank BNI Syariah, BNI Multifinance, BNI Sekuritas, BNI Life Insurance, dan BNI Remittance.

Kompas TV Perbankan milik pemerintah semakin percaya diri menyalurkan Kredit Usaha Rakyat alias KUR.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X