Arvy, "Bike Messenger" yang Ingin Wujudkan Mimpi Jadi Atlet - Kompas.com

Arvy, "Bike Messenger" yang Ingin Wujudkan Mimpi Jadi Atlet

Kompas.com - 05/07/2018, 14:00 WIB
Arvy, seorang kurir Westbike Messenger Service (WMS), berpose di kantor WMS di Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (4/7/2018). WMS merupakan sebuah perusahaan jasa kurir khusus antar barang dengan menggunakan sepeda.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Arvy, seorang kurir Westbike Messenger Service (WMS), berpose di kantor WMS di Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (4/7/2018). WMS merupakan sebuah perusahaan jasa kurir khusus antar barang dengan menggunakan sepeda.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjadi kurir bersepeda memang memiliki banyak tantangan. Apalagi, pengantaran barang dilakukan di area Jakarta yang jalanannya terkenal ganas.

Namun bagi mereka yang melakoni profesi ini, semua kondisi tersebut sudah menjadi "makanan" sehari-hari. Mereka terus menjalankan pekerjaannya demi barang kiriman bisa sampai dengan selamat dan tepat waktu.

Di balik suka-duka yang dihadapi para kurir bersepeda, ada banyak mimpi yang dibangun. Salah satunya adalah Arvy Kheren Laurence Setiawan (20).

Di balik suka-duka yang dihadapi para kurir bersepeda, ada banyak mimpi yang dibangun. Salah satunya adalah Arvy Kheren Laurence Setiawan (20).

Pada tanggal 12 Agustus mendatang, Arvy akan berkompetisi sepeda fixed gear di Vietnam. Dalam kompetisi yang bernama Seigon Criterium ini, Arvy harus berhadapan dengan pesepeda sekelas atlet dari berbagai wilayah seperti Malaysia, Thailand, Jepang, dan Vietnam sendiri.


Baca: Suka Duka Kurir Bersepeda Jinakkan Ganasnya Jalanan Jakarta

Dalam lomba adu cepat ini, Arvy harus melalui sirkuit berjarak 1 km dengan 30 lap. Bersamaan dengan dirinya, Westbike juga mengajukan satu orang kurirnya yang lain, Arga.

Kemampuan pesaingnya yang setara dengan atlet tidak membuat Arvi patah semangat. Bahkan, Arvy semakin mempergiat aktivitas bersepedanya di hari Sabtu dan Minggu.

"Kalau pesaing memang pemain fixed gear, meski mereka ngga sepedaan tiap hari kaya Arvy. Bisa dibilang mereka atlet, karena porsi latihannya ada targetnya tiap minggu harus berapa ratus kilo, sementara Arvy tiap hari dari bike messenger aja," ujar Arvy.

Sebelum mengikuti ajang kompetisi ini, Arvy juga sering mengikuti kompetisi di lingkup yang lebih kecil di kawasan Jakarta, Bogor, dan Bandung. Pada setiap kompetisi yang dia ikuti pun tak jarang Arvy menduduki peringkat pertama.

"Dulu pernah lomba dari Bogor ke Jakarta tahun 2017, itu kurang lebih 50 km, itu Arvy dapet dapet juara 1," jelasnya.

Tetap Jadi Bike Messenger

Arvy telah menjalani profesi ini selama 2 tahun, sejak 2016 lalu. Selepas menamatkan pendidikan menengah atasnya (SMA) di Bogor, Arvy memilih untuk ke Jakarta dan mencari kerja. Kebetulan saat itu, Westbike sedang membuka lowongan pekerjaan. Hobinya menaiki sepeda sejak SMP mendorongnya untuk melamar, hingga akhirnya diterima dan bertahan hingga kini.

"Dulu tahu berita tentang open recruitment Westbike dari twitter, kebetulan memang follow karena sudah ikut komunitas sepeda waktu di Bogor. Karena saya lebih seneng kerja daripada melanjutkan kuliah yasudah, sekitar tahun 2016 saya gabung," jelas dia.

Tak jarang anggota keluarganya yang terheran-heran. Sudah bekerja setiap Senin hingga Jumat bersepeda untuk bekerja, di hari Sabtu dan Minggu masih juga menghabiskan waktu dengan bersepeda.

"Ya gimana ya, namanya juga hobi," Arvy pun tertawa.

Arvy mengatakan, dirinya akan bertahan lama menjadi seorang bike messenger. Bertemu dengan banyak orang, mendapatkan relasi-relasi baru melalui pekerjaan yang menjadi hobi, adalah hal penting yang belum tentu bisa dia dapatkan di tempat lain.

"Arvy bakal bertahan lama di sini, karena memang hobi banget sepedaan dan Arvy cinta sama kerjaan ini," tukas dia.

Komentar
Close Ads X